Breaking News

Juntaherah Ditemukan di Dalam Sumur Cangkang Setelah Jadi Mayat



Suarapalapa.com, Soppeng -- Sesosok mayat perempuan Juntaherah (50 tahun) ditemukan di dalam sumur Cangkang di Dusun Kampiri Desa Congko Kecamatan Marioriwawo, Ahad, 11 Oktober 2020.

Sahe 60, Sunarti 48 dan Marawiah 46, dalam keterangannya selaku saksi, sekitar Jam 04.00 Wita, Saksi Lel. Sahe mengaku dirinya ditelpon saudaranya Per. Sunarti, kalau korban Per. Juntaherah, tidak ada di rumah. kemudian lel. Sahe bersama saudaranya Per I Sunarti dan Per. I Marawiah pergi mencari korban dan menemukan korban di Sumur Cangkang yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Diketahui, korban memiliki riwayat penyakit jiwa sudah 2 kali dibawa ke Rumah Sakit jiwa. Korban, juga sudah beberapa kali mau bunuh diri, dengan mencoba minum racun dan sudah beberapa kali lompat di sungai di samping rumahnya namun ditolong sama warga sekitar.

"Pas saya ke sumur kok ada mayat, saya terus panggil petani yang lain," kata Indarsih kepada wartawan di TKP, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Mengetahui kejadian ini, Personil Polsek Marioriwawo bersama piket fungsi dan personil identifikasi Polres Soppeng dipimpin Kapolsek Marioriwawo Iptu Agustinis Teko, S.H pun mendatangi dan melakukan olah TKP.

Pihaknya pun langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Takalala.


Petugas Puskesmas Takalala dan personil Identifikasi Sat Reskrim Polres Soppeng, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga ikhlas menerima kejadian tersebut dan bersedia menanda tangani surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap korban.

Kepada wartawan, Kapolsek Marioriwawo menyampaikan kalau keluarga korban menuturkan, korban memiliki riwayat penyakit jiwa dan beberapa kali mencoba bunuh diri.

Dikatakan, kurangnya kewaspadaan keluarga korban terhadap korban karena memiliki kelainan jiwa dan kondisi Sumur yang tidak dilengkapi penahan di setiap sisi dapat memungkinkan kejadian tersebut terulang kembali.


Atas kejadian ini, Kanit IK Polsek Marioriwawo bersama dengan piket SPK Polsek Marioriwawo mendatangi TKP mengumpulkan bahan keterangan terkait dengan kejadian tersebut.

Kanit IK Polsek Marioriwawo telah melakukan penggalangan terhadap keluarga korban untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak Kepolisian setempat merekomendasikan perlunya koordinasi dengan aparat Desa Congko untuk memasang penahan di sisi sumur agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Bhabinkamtibmas Desa Congko agar menghimbau warga untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika beraktifitas di sekitar sumur tersebut. (usa)

 

 


Tidak ada komentar