Breaking News

Rakor Evaluasi dan Pelaksanaan Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19 di Kab. Soppeng




SOPPENG, SUARA PALAPA -- Gugus Tugas Pencepatan dan Pengendalian Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaliasi Pelaksanaan Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19 dalam wilayah Kabupaten Soppeng.

Rakor yang dipimpin Dandim 1423/Soppeng, Letkol Inf Richard M Butarbutar, S.Ap, M.Tr. (Han) ini berlangsung di  Makodim 1423/Soppeng, Jl. Merdeka Watansoppeng, Selasa, 4 Agustus 2020.

Sekda Soppeng, Drs. H. A. Tenri Sessu, M.Si, dalam arahannya di rakor tersebut mengatakan, beberapa hal yang perlu menjadi perhatian berkaitan fenomena yang muncul, walaupun dilakukan pembatasan di perbatasan, penyemprotan dan sosialisasi baik yang dilakukan oleh pihak kepolisian atau pihak TNI, namun sekarang penyebarannya sudah cukup banyak, fenomena yang muncul bukan lagi orang luar tapi sesama masyarakat Soppeng.

Sehingga, lanjut Sekda, ini merupakan suatu tantangan baru.

Karenanya, ke depannya yang perlu dilakukan adalah bagaimana pendisiplinan yang ada di Kab. Soppeng berjalan sesuai dengan protokol kesehatan terlebih terkait pemakaian masker. di mana saat ini perlu diperketat pendisiplinannya di semua tempat, karena itu adalah upaya yang paling bagus. Untuk saat ini, adalah pemakaian masker yang dipakai secara benar.

Dikatakan, mulai senin depan, tanggal 10 Agustus 2020, pihaknya akan melakukan pemantauan interen ke semua tempat kerja terutama di bawah naungan Pemerintah Daerah Kab. Soppeng khususnya kepada ASN, pihaknya akan melakukan pendisiplinan masker termasuk juga jaga jarak.

Persiapan pengembagan ruang isolasi itu, kata Sekda, sudah berjalan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Sekda mengatakan, PAM Swakarsa desa tetap berjalan, desa /kelurahan tetap melakukan pencatatan dan melaporkan ke pemerintahan desa/kelurahan.

Berkaitan dengan gugus tugas, kata Sekda, gugus tugas ini sudah berganti menjadi komite dan  berdasarkan pasal yang mengatakan, bahwa kab/kota yang masih ingin melakukan/menerapkan  gugus tugas maka dapat dilanjutkan.

Kapolres Soppeng, AKBP Puji Saputro Bowo Laksono,  S.Ik, SH, mengatakan, 2 hal yang harus menjadi perhatian dalam masalah ini, terkait lnformasi, pertama, informasi ini sangat penting dan harus diluruskan kepada masyarakat. 

Kadua, harus satu persepsi dalam penanganan Covid-19 ini, sehingga tidak ada perbedaan pendapat yang terjadi di lapangan, sehingga cara bertindak, bergerak dan tujuan, sama.

Terkait masalah penggunaan masker, dimana sekarang dapat dibudayakannya, jika bisa masker dapat digunakan sebagai aksesoris.

"Hal ini dilakukan, supaya tertanam kesadaran yang tinggi pada diri masing-masing bahwa dengan memakai masker untuk kebaikan diri kita dan masyarakat," tandas Kapolres.

Dandim 1423/Soppeng, Letkol Inf Richard M Butarbutar, S.Ap,  M.Tr. (han) menyampaikan, tanggal 4 Agustus 2020 ini merupakan Rapat Evaluasi Gugus Tugas Covid-19, di mana hasil evaluasi terdapat 152 kasus.

Tapi, jelas Dandim, di antara banyaknya kasus diketahui, angka yang sembuh sangat tinggi yaitu sebanyak  91 oarang.

"Ini mebuktikan, kita telah bekerja, jadi jangan takut melihat angka karena kerja nyatalah yang lebih utama," tandas Dandim.

Sebagaimana disampaikan oleh Presiden RI, lanjut Dandim, Gugus tugas telah diganti menjadi Komite, tapi untuk Kab. Soppeng pihaknya masih menggunakan gugus tugas karena pada dasarnya organisasi tetaplah organisasi karena tupoksinya sama. 

"Intinya kita sama-sama berja untuk melaksanakan percepatan pembangunan, karena kita semua adalah pelayan masyarakat," jelasnya.

Diharapkan, semuanya saling mendukung, dengan demikian tolong apa yang sudah disampaikan agar tetap komitmen," harapnya.

"Berikutnya saya mempunyai keinginan agar sumber daya manusia kita tetap terjaga dengan cara memberikan edukasi dan pendidikan, dimana saya berharap kepada Dinas Pendidikan agar ke depannya membuat rumah cerdas, karena saya melihat tidak semua daerah di Soppeng dapat terjangkau internet dan tidak semua murid mempunyai HP," kata Dandim.

"Jadi saya berencana untuk membuat satu desa percontohan, jika hasilnya bagus kami akan kembangkan bersama Babinsa dan Danramil serta akan kami sosialisasikan di mana yang menjadi fokus kami yaitu tempat yang susah akses jaringan internetnya," ujarnya.

"Saya tidak mau anak-anak kita merasa tertinggal," tegas Dandim Letkol Inf. Richhard M Butarbutar, S.Ap., M.Tr. (Han).

Turut hadir di rakor ini, para Pimpinna SKPD, para Camat serta para undangan lainnya. (amiruddin baringeng)

Tidak ada komentar