Breaking News

Dosen Pendidikan Fisika PPS-UNM Latih Pembelajaran IPA Fisika Guru di Maros dengan Metode Eksperimen





MAKASSAR, SUARA PALAPA -- Dosen Prodi S2 Pendidikan Fisika PPs-UNM melakukan pengabdian kepada masyarakat kerjasama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA se-Kabupaten Maros, pada  18-21 Mei 2020 di SMPN 2 Unggulan Maros.

Peserta pelatihan ini berjumlah 35 guru IPA SMP yang menyebar di seluruh pelosok Kabupaten Maros.

Demikian ditegaskan, Ketua Tim  PKM PPs UNM Makassar, Dr. Muhammad Arsyad, MT, kepada media, Kamis (20/8/2020).

Dijelaskan, kegiatan ini diberi nama, PKM Pembelajaran IPA Fisika dengan Metode Eksperimen Disertai Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bagi Guru MGMP IPA se- Kabupaten Maros.

Tim PKM PPs-UNM ini terdiri atas, Dr. Muhammad Arsyad, MT (Ketua Tim), Dr. Helmi, M.Si. (anggota tim),   Prof. Dr. Jasruddin D Malago, M.Si (anggota tim).

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan service workshop, kemudian dilanjutkan dengan kerja mandiri selama 2 minggu.
Acara tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Ir. H. M. Takdir.

Muhammad Arsyad menegaskan, guru pada Era Industri 4.0 ini berpacu dengan perkembangan teknologi dan tersedianya sumber belajar begitu massif bagi peserta didik.

Guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi yang valid bagi peserta didik. Peserta didik dapat mengakses internet, melakukan searching di google untuk memeroseskan perolehan belajar, katanya.

Untuk itu, Guru dituntut untuk menyediakan waktunya sebagai fasilitator belajar.

Fasilitator belajar akan lebih bermakna jika guru mampu memberikan materi esensial yang akan dijadikan “mata pancing” bagi peserta didik untuk “mengail” informasi selanjutnya.

Jika ini dilakukan, maka peserta didik akan memperoleh kematangan berpikir tanpa dibatasi lagi ruang-ruang kelas yang sangat terbatas itu, tegasnya.

Guru bersama peserta didik  membiasakan doing together pada gilirannya akan learning to do, apatah lagi pada saat Covid-19 masih sebagai pandemi. 

Peserta didik akan lebih memusatkan perhatian  jika materi esensial tersebut tersedia dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), karena memberikan stimulus pada langkah-langkah kegiatan pembelajaran sebagaimana para ilmuwan bekerja, ungkapnya.

Ilmuwan bekerja dimulai dengan merumuskan masalah, membuat hipotesis, melakukan pengamatan (percobaan), melakukan analisis data, melakukan perenungan baru mengambil kesimpulan secara komprehensif. Langkah inilah yang sepintas dikatakan sebagai metode ilmiah.

Metode ilmiah mengantar PD untuk bekerja secara sistematis untuk menyelesaikan masalah yang ada pada diri dan lingkungannya, sehingga tumbuh keinginan besar untuk bertanggungjawab secara bersama bagi kelangsungan dan kesejahteraan hidup bangsa dan negaranya.

Alasan mendasar inilah yang mendorong Program Studi S2 Pendidikan Fisika PPs UNM Makassar  melakukan kegiatan berwujud Program Kemitraan Masyarakat bekerja sama dengan MGMP IPA se-Kabupaten Maros. (ulla/yahya)

Tidak ada komentar