Breaking News

A. Kaswadi dengan A. Cakka Bertemu di Masamba dalam Satu Misi Kemanusiaan



Bupati Soppeng, H. A. Kaswadi Razak dan H. A. Muzakkar saat berada di Desa Maipi Kecamatan Masamba, Sabtu, 18 Juli 2020.




LUTRA, SUARA PALAPA -- Pasca banjir bandang melanda Masamba Luwu Utara baru-baru ini, keadaan di daerah itu masih terlihat memprihatinkan. 

Dua jembatan beton dan dua jembatan gantung rusak parah diterjang banjir. Jalanpun terputus bagi pengendara yang ingin melewati pasilitas umum tersebut. 

Salah satu jembatan beton yang rusak parah mengakibatkan jalan terputus tersebut, terletak di Tandung Desa Baloli. 

Jembatan ini, menjadi sarana infrastruktur penghubung ke lima desa dan salah satu akses menuju ke Rampi, selain infrastruktur jembatan yang terputus, akses jalan ke Desa Maipi pun rusak parah. 

Tidak hanya itu, bahkan disertai listrik mati total, mengakibatkan penyaluran logistik mengalami kesulitan, sedangkan jarak dari kota Masamba ke Desa Maipi berkisar 10 KM. 

Diketahui, 10 rumah warga, terbawa arus banjir di Desa Maipi dan warga setempat terdampak, sedikitnya 26 rumah, desa ini dihuni 959 jiwa.

Dalam  satu misi yang sama atas panggilan kemanusiaan untuk memberi pertolongan kepada korban banjir Masamba, Bupati Soppeng, H. A. Kaswadi Razak, SE (A Dulli) akhirnya berjumpa dengan H.A. Mudzakkar (A.Cakka) mantan Bupati Luwu dua Priode  yang juga Ketua PMI Luwu  saat mengunjungi Desa Maipi Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara, Sabtu, 18 Juli 2020.

Kedua tokoh bersahabat sejak lama ini, berjumpa di Maipi dengan tujuan yang sama, memberi pertolongan kepada warga Maipi yang sejak banjir melanda Masamba sepekan terakhir ini, merupakan daerah yang masih terisolir karena sulitnya medan mencapai daerah ini.

A Cakka dalam perjumpaannya dengan A Dulli di Desa Maipi memberi apresiasi yang sangat tinggi terhadap kehadiran Bupati Soppeng yang lengkap dengan Forkopimdanya hadir memberi bantuan di daerah terpencil yang masih terisolir dan sulit ditembus dengan kendaraan biasa ini.

“Saya mewakili masyarakat Luwu Raya mengapresiasi kehadiran Bupati Soppeng, seorang pejabat yang hadir lengkap dengan Forkopimdanya, ada Pak Dandim, Pak Kapolres, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Negeri dan Kajari, hadir di tengah bencana di tempat terpencil, semua masyarakat tidak pernah membayangkan akan tembus ke sini di waktu tengah malam,” puji A. Cakka. 

“Tentu yang mendorong ke sini adalah rasa kemanusiaan. Bukan apa-apa, mungkin dalam diri mereka selalu terpatri suatu perintah Allah, orang yang dicintai Allah adalah orang yang bisa bermanfaat terhadap alam dan sesama manusia,” ungkapnya. 

Mewakili masyakat Luwu Raya terutama masyarakat Luwu Utara atas kepedulian dan kehadiran Bupati Soppeng di lokasi bencana Masamba, pihaknya menyampaikan banyak terima kasih. 

“Bolehlah saya mewakili masyarakat Luwu Raya khususnya masyarakat Luwu Utara mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kehadiran Bupati Soppeng beserta Forkopimdanya di lokasi bencana terlibat langsung dalam penyaluran bantuan terhadap korban banjir,” ujarnya. 

Sementara, A. Dulli menyatakan komitmennya tak pulang ke Soppeng sebelum distribusi bantuan yang dibawa pihaknya belum tuntas disalurkan.

“Kami pantang pulang sebelum semuanya tuntas. Ini kami lakukan semata-mata karena rasa persaudaraan dan rasa kemanusiaan di NKRI yang kita cintai ini,” tandasnya. 

Dalam kunjungan ini, Bupati Soppeng, H. A. Kaswadi Razak, membawa bantuan berupa beras, sarung, susu untuk anak-anak dan obat-obatan.

Bupati Soppeng didampingi Anggota Forkopimda menyerahkan langsung bantuan tersebut yang diterima salah satu aparat Desa Maipi.

Salah satu warga Desa Maipi, Rustini (40) sangat berterima kasih kepada Bupati Soppeng atas kepeduliaannya. 

“Kami tau  jalan menuju ke sini sangat susah untuk dilalui, karena jalan terputus akibat banjir, semoga dengan keikhlasan Bupati Soppeng mendapatkan amal yang berlipat ganda," harapnya. 

"Doakan kami, semoga warga di sini bisa melalui cobaan ini dan ini merupakan musibah yang terakhir," pintanya. 

Maipi, salah satu di antara 2 desa di Masamba, masih terisolir, akses jalan masih tertutup akaibat banjir.

Banjir bandang ini mengakibatkan, di Desa Maipi, tercatat  6 rumah warga hanyut, 16 rumah rusak parah, 1 Mushallah hanyut, sawah dan kebun milik warga rata tertutup lumpur. (*/redaksi)


Tidak ada komentar