Breaking News

Via Vidcon, Bupati Soppeng Ikuti Peringatan Harlah Pancasila Secara Nasional




Soppeng, SuaraPalapa.Com -- Acara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-75 (1 Januari 1945 - 1 Januari 2020), diselenggarakan melalui Video Conference (Vidcon), ditanyangkan secara langsung pada stasiun TVRI serta Live Streaming pada Kanal Youtube BPIP RI, diikuti Presiden RI, Wakil Presiden RI, para pimpinan lembaga/jajaran/kabinet Indonesia maju, para Gubernur, Bupati / Walikota di seluruh Indonesia.

Bupati  Soppeng menghadiri secara langsung acara ini di ruang SCC La Mataesso Kantor Bupati Soppeng di Watansoppeng, Senin 1 Juni 2020.

Turut mendampingi Bupati Soppeng, Sekretaris Daerah, para Anggota Forkopimda Kab. Soppeng, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng, Kepala Badan Kesbangpol Kab. Soppeng.

Pada Acara Peringatan Harlah Pancasila tersebut, 
Presiden Joko Widodo mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda saat ini menguji daya juang, pengorbanan, kedisiplinan, dan kepatuhan bangsa Indonesia.

Wabah ini juga menguji ketenangan dalam mengambil kebijakan yang cepat dan tepat.

"Dalam menghadapi ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap jadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita semua," kata Jokowi dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara virtual, Senin (1/6/2020).

Pancasila, kata Jokowi, menggerakkan bangsa Indonesia untuk bersatu menghadapi wabah Covid-19.

"Juga menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi," ujar Presiden.

Pancasila pun memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan bangsa untuk meringankan beban masyarakat serta menumbuhkan daya juang rakyat Indonesia untuk mengatasi kesulitan dan tantangan yang sedang dihadapi.

Nilai-nilai luhur Pancasila, lanjut Jokowi, harus dihadirkan secara nyata dalam kehidupan.

"Pancasila harus terus jadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan kita. Nilai yang bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah. Nilai yang hidup terus bergelora dalam semangat bangsa Indonesia," ujar Jokowi.

Presiden Joko Widodo mengajak seluruh penyelenggara negara untuk berpihak kepada masyarakat yang mengalami kesulitan. 

Kepala Negara juga meminta penyelenggara negara untuk melayani masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). 

Hal itu diungkapkan oleh Jokowi dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara virtual, Senin (1/6/2020).

“Tidak henti-hentinya saya mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai ke daerah, untuk terus meneguhkan keberpihakan kita kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” ungkap Jokowi.

Selain itu, ia juga meminta para penyelenggara negara agar melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan.

Jokowi sekaligus mengingatkan kewajiban negara untuk melindungi seluruh rakyatnya.

“Untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok, ras dan agama, serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi menuturkan, nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya dalam kebijakan dan keputusan yang diambil oleh pemerintah.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila digelar secara virtual. Para pejabat negara hadir dari tempat berbeda.

Upacara didahului pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo, lalu Ketua DPR Puan Maharani yang membacakan teks UUD 1945.

Kemudian, dilanjutkan amanat Presiden Joko Widodo. Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini digelar dalam durasi kurang dari 30 menit. (dari berbagai sumber/amiruddin baringeng)








Tidak ada komentar