Breaking News

Urus Sertifikat, Baharuddin Merasa Dipermainkan Oknum Pertanahan Soppeng





Reporter : Hamsyar Hamid

Editor : Alimuddin


Soppeng, SuaraPalapa.Com -- Baharuddin (48) warga Dusun Paddangeng Desa Lalabatariaja Kecamatan Donri-donri Kabupaten Soppeng. Kini ia merasa dipermainkan oknum Kantor Pertanahan Soppeng, setelah sampai setengah tahun atau 6 bulan terakhir ini sertifikat yang diurus itu belum juga terbit.

Awalnya, Baharuddin mengkoordinasikan keinginannya kepada pihak pemerintah setempat, untuk meningkatkan status kepemilikan sebidang tanah miliknya, agar tanahnya dilengkapi dengan Sertifikat. 

Tanah tersebut terletak di Dusun Paddageng Desa Lalabatariaja seluas 47 Are. Berselang beberapa hari kemudian pihak Kantor Pertanahan Soppeng mengunjungi lokasi tanah kebun tersebut didampingi beberapa aparat pemerintah desa setempat. 

Setelah dikoordinasikan soal pembayaran dari pihak pemerintah desa setempat, Trisno Kadus Dareajue mengatakan, kalau dana mengurus tanah itu hingga terbit sertifikat sebanyak Rp 4.500.000,- (Empat juta lima ratus ribu rupiah).

Uang tersebut diserahkan 2 kali. Pertama sehari sebelum diukur tanah, Oktober 2019, Trisno meminta uang Rp 1 juta. Keesokan harinya, setelah tanah diukur, hari itu juga, memperatasnamakan Pertanahan Soppeng, Trisno kembali meminta uang Rp 3.500.000,-. Sehingga total dana pengurusan sertifikat tanah tersebut Rp 4.500.000,-. yang diserahkan Baharuddin.

Setelah ditagih terus, soal pengurusan sertifikat sudah selesai atau belum, atas permintaan Baharuddin, Trisno menyerahkan Tanda Terima Berkas dari Kantor Pertanahan Soppeng. 


Rupanya, tanda terima berkas tersebut tertanggal, 28 November 2019. Ini menunjukkan kalau berkas itu menginap dulu di tangan Trisno beberapa minggu baru disetor di Pertanahan Soppeng.

Anehnya, meskipun tidak dapat menunjukkan kekurangan persyaratan kelengkapan berkas, namun pihak Kantor Pertanahan Soppeng, bukannya memberikan solusi, salah satu pegawai di kantor itu Nurlina Tanggal  sekian Januari 2020, karena mengetahui kalau sertifikat tersebut akan dijadikan agunan di Bank,  justru meminta kepada Baharuddin, untuk Baharuddin meminta surat dari Bank agar pihak Bank dimaksud bersurat kepada Kantor Pertanahan Soppeng, kebenaran pernyataan Baharuddin kalau tanahnya tersebut sedang dalam pengurusan untuk diterbitkan sertifikatnya.  

Namun, Selain disadari kalau Kantor Pertanahan Soppeng tak perlu mengetahui mau diapakan sertifikat tersebut, kecuali menerbitkannya jika sudah terpenuhi segala persyaratan menurut peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,  pihak Baharuddin pun beralasan kalau dirinya tak bisa memenuhi permintaan Nurlina, soalnya, belum jelas di Bank mana dirinya nanti mau mengagunkan sertifikatnya.

Wartawan Suara Palapa, Hamsyar Hamid mengkonformasi kepada Nurlina, membenarkan kalau berkas Baharuddin sudah sampai di Kantor Pertanahan Soppeng

Pihak pertanahan pun, lagi-lagi, belum bisa memastikan berapa lama lagi tanah tersebut rampung pengurusan sertifikat itu di kantornya.

Terakhir, pihak pemilik tanah, Baharuddin, masih dilayani pegawai tersebut, tetapi tetap tidak ada titik terang kapan sertifikat tanah bisa terbit yang sudah setengah tahun mengendap di Kantor Pertanahan Soppeng, Selasa, 2 Juni 2020 di Kantor Pertanahan Soppeng Jl. Salotungo Watansoppeng.





Tidak ada komentar