Breaking News

Sunat Gaji Perangkatnya, Korban Bakal Polisikan Kades Batulappa




Laporan : Herman Khan
Reorter SuaraPalapa.Com di Kab. Luwu

Editor : Alimuddin

Luwu, SuaraPalapa.Com -- Di Desa Batu Lappa Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan, kini merebak issue tak sedap di lingkungan instansi Pemerintahan desa setempat.

Informasi itu adalah, terpotongnya gaji kepada 4 Perangkat Desa Batulappa.
 
Mendengar issue ini, Tim Suara Palapa langsung turun ke lapangan menginvestigasi kebenaran issue ini. 

Informasi pun dihimpun hasil konfirmasi dengan Bendahara Desa Batulappa, Rusdi, dikonfirmasi via ponselnya, Rabu, 17 Juni 2020, mengatakan, pihaknya membenarkan, 4 Perangkat Desa di kantornya sebagai korban pemotongan gaji, yakni 

1).  Hadarman, Kasi Pemerintahan, Gaji periode bulan Januari-April (4 bulan) seharusnya menerima Rp 7.200.000,- namun dirinya hanya menerima transfer yang masuk di Rekening Bank miliknya Rp
3.600.000,-.

2). Hasnawi K Kaur Umum, Gaji periode bulan Januari-April (4 bulan) seharusnya menerima Rp 7.200.000,- namun dirinya hanya menerima transfer yang masuk di Rekening Bank miliknya Rp
3.600.000,-.


3). Samsu Kepala Dusun Batulappa. Gaji periode bulan Januari-April (4 bulan) seharusnya menerima Rp 5.200.000,- namun dirinya hanya menerima transfer yang masuk di Rekening Bank miliknya Rp 2.600.000,-.

4). Zulfaidar Kadus Batu Titti Gaji periode bulan Januari-April (4 bulan) seharusnya menerima Rp 5.200.000,- namun dirinya hanya menerima transfer yang masuk di Rekening Bank miliknya Rp 2.600.000,-.

Total dana terpotong sebesar Rp 12.400.000,-.

"Terpotongnya gaji tersebut, murni atas inisiatif Kepala Desa Batu Lappa Muh. Arsyad, SH," kata Bendahara Rusdi.

Atas pemotongan ini, meski telah terjadi, Rusdi meminta petunjuk kepada Kadis PMD Kabupaten Luwu, melalui Kepala Bidang yang berkompoten.

Berdasarkan petunjuk Kabid tersebut, Rusdi meminta kepada Kades Arsyad, agar Kades membuat Surat Perintah kepada dirinya selaku Bendahara agar kepada keempat perangkat desa tersebut dipotong gajinya dengan ditulis nominalnya.

Kini Bendahara Rusdi sudah mengantongi Surat Perintah dimaksud.

Tim SuaraPalapa.Com mendatangi salah satu pihak korban, Rabu, 17 Juni 2020. Korban tersebut minta namanya tidak dipublikasikan. Korban ini juga membenarkan issue ini. Dirinya mengalami pemotongan gaji, tanpa alasan memurut peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. 

Bahkan korban ini, siap bersaksi, dan akan mengungkap kebenaran di hadapan penegak hukum jika kasus ini sudah diproses hukum.       

Salah satu warga desa setempat yang minta namanya tidak dipublikasikan, menyesalkan pemotongan gaji tersebut. Baginya, perbuatan pelaku sudah menjadi tindakan melawan hukum yang mengambil hak orang lain yang bukan haknya. Perbuatan pelaku termasuk tindak pidana. 

Jika penegak hukum mengetahui, kata sumber ini, maka wajib memproses hukum pelaku hingga tuntas.

Tidak ada komentar