Breaking News

Sumbar Perpanjang PSBB


Gubernur Sumatera Barat 
Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi., M.Sc.


Padang, SuaraPalapa.Com -- Sejak akhir April lalu Sumbar terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kini pemerintah provinsi (Pemprov) setempat memperpanjang masa PSBB hingga 29 Mei 2020.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, membenarkan, hal itu.

"Iya diperpanjang, PSBB yang pertama habisnya hari ini," kata Irwan, Selasa (5/5/2020).

Penerapan PSBB tahap pertama di Sumatera Barat yang dimulai sejak 22 April lalu belum berjalan optimal, sehingga pihaknya bersama kabupaten dan kota sepakat PSBB diperpanjang.

Dikatakan, selama PSBB, hanya toko sembako dan apotek yang diizinkan beroperasi. Juga diperketat penjagaan arus masuk di 9 perbatasan dan 1 bandara.

"Kami sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk penerapan PSBB di Sumbar," jelasnya.

Diharapkan, PSBB ke-2 ini, dapat memutus rantai penyebaran virus corona. Hingga kini, 5 daerah di Ranah Minang yang masih bertahan dari penyebaran virus corona Covid-19.

Kelima daerah itu, yakni; Kabupaten Solok Selatan, Limapuluh Kota, Sijunjung, Kota Solok dan Sawahlunto.

Pihaknya sudah menyediakan bantuan sosial bagi masyarakat. Total yang dibantu pemerintah sebanyak 1.032.188 KK dari 1.619.020 di Sumbar. Ini untuk mengantisipasi dampak ekonomi selama PSBB.

Berikut rinciannya :

1).  Bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) 178.970 KK, 

2). Program Sembako Pusat 245.870 KK, 

3). Prakerja 74.720 KK,

4). Kemensos 250.000 KK,

5). Kementerian Desa 162.920 KK.

Sisanya yang terdampak yang belum menerima bantuan 422.888 KK akan dibantu oleh pemerintah kabupaten dan kota serta, Baznas, dan para donatur dan CSR BUMN/BUMD.

"Kami minta kepada masyarakat agar tetap diam di rumah, agar rantai virus corona dapat diputus," Gubernur menambahkan.

2 dari 3 halaman

PSBB Tahap I Sudah Efektif?


Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan rapat koordinasi mengenai perpanjangan PSBB di daerah itu.

Sementara Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Defriman Djafri yang menganalisis perkembangan virus corona Covid-19 di Sumbar menyebut, terdapat penambahan 84 kasus positif setelah PSBB tahap pertama diterapkan.

"Sebelum PSBB itu jumlah pasien positif sebanyak 51 orang dan setelah PSBB menjadi 135, ini data per 3 Mei 2020," ujarnya.

Defriman Djafri tidak bisa memberikan pendapat mengenai apakah PSBB tahap pertama sudah efektif atau belum, karena menurutnya penambahan pasien positif tersebut merupakan penyebaran lokal.

Di Pasar Raya Padang misalnya, awalnya hanya satu orang yang terjangkit, tetapi sekarang menjadi belasan. Menurutnya, ada beberapa hal yang tidak terprediksi.

"Kita tak bisa main-main dengan virus ini, kuncinya adalah jaga jarak," jelasnya.

Di Sumbar, hingga Sabtu, 9 Mei 2020 update data covid 19, ODP 8.743 (Karantina Pemda 65, Isolasi Mandiri 214, Selesai Pemantauan 8.464.

PDP 554 (Dirawat 56, Negatif, Pulang dan Sehat 498).

Positif 286 (Dirawat 118, Isolasi Daerah 51, Isolasi Bapelkes 14, Isolasi BPSDM 32. (ibnu sultan)



 

Tidak ada komentar