Breaking News

5 Mei Hari Bidan Internasional, Anggota DPR/MPR RI Dr. H. Muh. Aras, S.Pd., MM Ucapkan Selamat




Hari ini, Selasa, 5 Mei adalah Hari Bidan Internasional. Hari Bidan Internasional ini pertama kali dirayakan 5 Mei 1991, dan sejak itu telah diamati di lebih dari 50 negara di seluruh dunia. 

Gagasan memiliki hari untuk mengenali dan menghormati bidan, keluar dari konferensi, Konfederasi Bidan Internasional 1987 di Belanda.

Dikutip dari okezone Sabtu, 5 Mei 2018 Pukul 15.32 WIB, ditulis Tiara Putri.

Hari Bidan Internasional, Simak Peran Penting Bidan Bagi Ibu Hamil

SETIAP tanggal 5 Mei yang jatuh pada hari ini selalu diperingati sebagai Hari Bidan Internasional. Bidan adalah tenaga medis yang membantu ibu hamil melahirkan bayi yang dikandungnya. Walaupun proses melahirkan bisa juga dibantu oleh dokter kandungan atau ob-gyn, nyatanya bidan masih mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Sayangnya kehidupan seorang bidan tidak selalu mudah. Melansir Stuff, Sabtu (5/5/2018), sebagian besar bidan harus menemui masalah ketika mereka terlalu banyak bekerja namun upahnya terbilang rendah. Walau begitu, masalah tersebut tidak mengurangi dedikasi para bidan. Mereka tetap melakukan pekerjaan untuk kesehatan dan keselamatan para ibu hamil termasuk bayinya.

Seorang bidan yang bekerja di Te Papaioea Birthing Centre, Jane Spilman mengatakan dirinya merasa terharu ketika ada kampanye yang menyoroti fakta banyak bidan bekerja berlebihan namun kurang mendapatkan pemasukan. Tapi dirinya merasa lebih terharu karena adanya Hari Bidan Internasional.

"Hari ini membuat kami merasa terhubung dengan rekan-rekan bidan di seluruh dunia. Kami semua merayakannya bersama," ucapnya.

Bagi Jane, hal yang paling dirinya sukai menjadi seorang bidan ketika berhasil membantu perempuan melahirkan dan melihat bayinya tumbuh. "Ketika mereka (ibu hamil) berbalik dan berkata 'Aku melakukannya', saya senang melihat mereka merasa percaya diri," imbuhnya.

Menurutnya bagian tersulit menjadi bidan ketika politik mencampuri pekerjaan tersebut. Alasannya karena bidan tidak diakui pada tingkat yang sama dengan profesi lain. Sementara itu, Hari Bidan Internasional dianggap sebagai kesempatan untuk masyarakat merenung dan mengucapkan terima kasih kepada bidan.

"Bidan bekerja keras secara fisik dan emosional serta terhubung dengan keinginan dan kebutuhan para ibu. Keterampilan klinis bidan seimbang dengan kualitas empatiknya. Bidan mengadvokasi perempuan untuk menjadi ahli dalam perawatan primer dan memberdayakannya," ungkap seorang kepala di pusat persalinan Chloe Wright.

Hubungan antara bidan dan ibu hamil biasanya terus terjalin hingga anak dilahirkan dan menjalani masa-masa pertumbuhannya. Para ibu akan berbagi cerita tentang pertumbuhan anak-anak mereka. Dengan begitu dapat dikatakan bila bidan memiliki peran penting dalam mendukung perempuan, baik selama kelahiran maupun hari-hari setelah menjadi ibu. (**)



Tidak ada komentar