Breaking News

Jangan Saling Menyalahkan, Ikuti Peminpinmu


 

Ketika lawan sudah di depan, Tak ada lagi Waktu saling Menyalahkan, Ikuti Pemimpinmu

Penyebaran virus corona (covid-19) yang bersifat global (pandemi) dan menurut data WHO sampai tanggal 17 April 2020 telah merenggut nyawa sebanyak 139.378 kematian di 212 Negara Terjangkit. Di Indonesia sendiri 520 meninggal dari 34 provinsi.

Dalam situasi dan kondisi demikian itu masing-masing negara berusaha dan berjibaku sekuat tenaga untuk melawan penyebaran virus corona tersebut untuk melindungi warganya.

Banyak negara telah mengeluarkan kebijakan yang tidak populer mulai physical distancing, pembatasan sosial berskala besar, lock down, sampai penutupan tempat-tempat ibadah.

Pemerintah Indonesia tak ketinggalan berusaha pula melindungi rakyatnya dari serangan virus mematikan itu. Dengan bekerja sama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan maklumat yang sepanjang sejarah NKRI baru pertama kali terjadi.

Salah satu kebijakan yang ditempuh dengan pelarangan berkumpul di tempat-tempat ibadah. Langkah ini ditempuh semata-mata bertujuan demi keselamatan warganya.

Tentunya pemberlakuan itu berdasarkan pertimbangan yang matang oleh para ulama. Namun sayangnya masih ada di antara saudara-saudara kita sendiri yang merasa hebat dari pemerintah dan para ulama.

Mereka merasa aman dari Virus Corona karena merasa dekat dengan Allah yang tentunya pendapat ini KELIRU BESAR!!!

Ketahuilah Wahai Saudaraku …

Rasulullah adalah manusia yang paling dekat dengan Allah, bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran Kafir Quraisy. Bukan karena dia takut atau pengecut,tapi RISALAH AGAMA ini harus sampai ke generasi berikutnya …

Nabi Musa Alaihi Salam adalah salah satu Ulul Azmi, salah satu manusia yang paling dicintai oleh Allah Subhanawataala berlari menyeberangi laut mati menghindari kejaran Firaun. Bukan karena dia takut atau pengecut tapi Agama ini tidak menginginkan umatnya mati konyol.

Nabi Ibrahim Alaihi Salam adalah manusia kedua yang paling dicintai oleh Allah Subhana waataala pernah berlari dari kejaran Namrudz. Bukan karena dia takut atau pengecut tapi agama ini kadang harus mengalah untuk menang.

Khalifah Umar Radhiyallahu Anhu adalah manusia yang dijamin masuk syurga pernah menghindari kampung yang terkena wabah (tha’un). Bukan karena dia takut atau pengecut tapi beliau berpendapat bahwa berlarilah dari takdir buruk ke takdir yang baik.

Dan kalian yang bukan Rasul, bukan Nabi, bukan pula manusia yang dijamin Syurga dengan pongah seolah menantang wabah (tha’un) dengan berkata jika kita dekat dengan Allah maka wabah itu tidak akan mendekati kita.

Ketahuilah Saudaraku … Jangan engkau JAHIL dengan ilmumu, bukankah lebih baik menghindari Mudharat daripada mengambil Manfaat ??

Apa yang diputuskan MUI itulah yang terbaik untuk saat ini. Insya Allah sudah sesuai tuntunan. Yakin dan percaya para Ulama dalam mengambil keputusan di hati kecilnya pasti menangis sama seperti kita.

Wahai Saudaraku …

Berhentilah mengeluarkan nalar dan opini sendiri yang ujung-ujungnya dapat memprovokasi saudara-saudara kita yang lainnya. Karena Anda tidak lebih dari ilmu para ulama.

Ketika lawan sudah di depan bukan lagi waktunya saling menyalahkan, ikuti pemimpinmu.

(Tim Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bone)

Dikutip dari telukbone.id, 19 April 2020

Tidak ada komentar