Breaking News

Empati dengan Para Ustadz



Oleh : Hamka Anas

Ketua Ikatan Alumni dan Keluarga As'adiyah (IKAKAS) Kota Makassar


Alhamdulillah, saat ini sudah banyak yang memperhatikan Ojek Online (Ojol), kaki lima, dan lain-lain. 

Lalu siapa yang memperhatikan guru-guru ngaji kita (ustadz/ ustadzah) yang sebulan hanya di rumah karena semua majelis DITUTUP, mereka tidak berkeluh kesah karena mereka memiliki adab. 

Semoga sahabat-sahabat juga tergerak hatinya untuk peduli terhadap guru-guru kita.


Empati pada Guru Kita

Degghh.. Jantung ini menghentak kencang saat mendengar cerita sahabat, banyak ustadz-ustadz, guru-guru ngaji, penceramah di pelosok-pelosok sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) tetap sabar menghadapi kondisi ini, mereka tidak menjerit-jerit meminta bantuan karena penghasilan kurang bahkan hilang. 

Mereka tetap bersyukur terhadap cobaan ini dan taat terhadap ketentuan ulil amri untuk di rumah saja.

Ada seorang ustadz yang menelepon ustadz lainnya untuk meminjam beras karena persediaan di rumah habis.


Ada ustadz yang meminjam 14 ribu rupiah hanya untuk membeli lauk pauk untuk makan keluarga di rumah.

Ada ustad yang menjual dan menggadaikan barang-barang mereka secara diam-diam untuk kebutuhan makan sehari-hari keluarganya.

Masya Allah ... mereka tidak meminta. Mereka lebih memilih jalan berhutang, jual dan gadai agar setelah ujian ini usai, Insya Allah bisa mereka kembalikan.


Kita bisa berempati dengan para ojol yg masih punya peluang mencari nafkahnya yang berkurang.

Tapi seharusnya kita harus lebih berempati dengan ustadz-ustadz kelas “medioker” yang istiqomah berdakwah dari satu kampung ke kampung lain, dari masjid ke masjid, dari majelis taklim ke majelis taklim yg lain, yang hampir sebulan ini berhenti sementara bahkan tutup hingga batas yang tidak bisa ditentukan.

Kepada sahabat muslim di perumahan-perumahan, kampung-kampung, apabila kita punya niat untuk bersedekah membantu sesamanya, maka letakkan ustadz-ustadz tersebut pada list paling atas daftar yang akan kita sedekahkan, tak perlu ditanya apakah mereka butuh, karena pasti nya mereka akan menjawab Alhamdulillah.. Ini adalah cobaan yang nikmat dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

#AyoPeduliGuruNgaji

Makassar, 18 April 2020


*by: hamba Allah*

Tidak ada komentar