Breaking News

Efek Corona Pesta Pernikahan di Desa Julukanaya Gowa Tertunda




Citizen Reporter
 
Laporan: Nurhana

Mahasiswa Ekonomi Islam Unismuh Makassar Melaporkan dari Gowa 

Gowa, SuaraPalapa.Com -- Efek massif dari wabah penyebaran virus Corona jenis Copid-19 adalah membatasi  orang berkerumun dan berkumpul dan warga diminta tinggal di rumah masing-masing.

Pengaruh larangan berkumpul itu  terasa pada warga Desa Julukanaya Kecamatan Pallangga Gowa.

Bagi warga desa ini jauh hari sebelum ditetapkan pendemi Corona telah ditetapkan waktu pelaksanaan pesta pernikahan bagi anak keluarga.

Ketika tiba hari pelaksanaan sudah bertepatan dengan masa pendemi Corona, maka prosesi pernikahan mengalami penundaan dalam waktu yang tidak ditentukan.

Padahal keluarga yang punya hajatan pernikahan itu  sudah banyak mengedarkan undangan kepada keluarga  dan handai tolan.  


Pada tanggal 1 April 2020 seharusnya sudah melaksanakan pernikahan tetapi mengalami penundaan. Ada juga pada 3 April 2020 hanya laksananan aqad nikah tanpa ada pesta pernikahan.

Di kampumg sebelah, namanya Kampung Biring Balang, Jumat hari ini (3/4/2020), melaksanana aqad nikah tetapi pihak mempelai laki-laki hanya didampingi pengantar  5 orang.

Suasana desa ini sejak pandemi Corona terasa sangat sepi aktifitas warga membatasi diri keluar rumah.

Jalanan poros pada desa ini juga sangat terasa sunyi dan senyap karena tidak ada bunyi dan deru kendaraan mobil dan motor pengguna jalan raya.

Dan jika ada warga yang  di lihat berkumpul  pasti akan ada teguran dari kepala desa atau kepala dusun setempat.

Tidak ada komentar