Breaking News

Polres Soppeng Serius Tangani Kasus Tanaman Padi Diracun oleh OTK





Soppeng, SuaraPalapa.Com -- Abbas dan H. Patang, warga Kampong Tengnga Desa Patampanua Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng. Keduanya, korban yang diracun tanaman padi berusia kurang lebih 3 bulan miliknya telah diracun oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

Tanaman padi milik korban di atas areal persawahan kurang lebih 1 ha tersebut terletak di Paliccu tak jauh dari rumah korban. Korban H. Patang kalau padi itu sudah diracun oleh seseorang yang tak bertanggungjawab, ketika pada Selasa pagi berjalan-jalan di pinggir sawah tersebut untuk membersihkan rumput yang mengganggu pertumbuhan kesuburan padi yang telah ditanam itu. 

"Kemarin malam (Senin malam, 16 Maret 2020), seseorang yang tak bertanggungjawab datang mercuni tanaman padi itu," kata H. Patang sesaat baru saja pulang dari sawahnya, Selasa, 17 Maret 2020.

Keesokan harinya, salah satu korban, Abbas mendatangi Mapolres Soppeng di Jl. Kemakmuran Watansoppeng, Rabu, 18 Maret 2020 untuk mengadukan masalah yang menimpanya. Dan pihak Polres menerima baik pengaduan korban tersebut di ruang Unit Tahbang Sat Reskrim Polres Soppeng.

Setelah sekian hari belum mendapatkan dari pihak berwenang atas kasus yang telah diadukan tersebut, korban Abbas tampak bingung.

"Entahlah pak, jalan apalagi yang harus kami tempuh," kata Abbas di Kampong Tengnga, Senin, 30 Maret 2020.

Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Amri, dihubungi via WhatsApp-nya, Selasa pagi, 31 Maret 2020, membenarkan kalau Abbas warga Desa Patampanua, pelapor yang mengadukan kejadian tanaman padinya terkena penyemprotan racun di areal persawahan di Paliccu bersama H. Patang tersebut pada Hari Rabu tanggal 18 Maret 2020. 

Disampaikannya, kasus ini statusnya masih LIDIK. Pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan terkait kasus yang diadukan secara profesional dan proporsional dengan tentunya antara lain memanggil saksi-saksi termasuk pelapor sendiri dan saksi-saksi lain yang berkompeten terkait dengan dugaan tindak pidana berdasarkan pengaduan Sdr. Abbas itu.

Ia juga mengatakan kalau kasus ini tetap berjalan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.

'Nanti kita lihat perkembangannya, kita sama-sama berharap untuk bisa memberikan kepastian hukum dengan cepat, tapi tetap profesional dan proporsional," harap Kasat Rekrim ini.

Pengaduan/laporan warga dan semua kasus yang ditangani pihaknya, tambah AKP Amri, tidak ada yang berhenti begitu saja, kecuali memang karena sudah sudah melalui prosedur hukum.

"Semua kasus memiliki tahapan dan batas waktu penanganannya masing-masing," tutup AKP Amri. (alimuddin)


Tidak ada komentar