Breaking News

Enrekang Nihil Positif Corona

Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Pemkab Enrekang, Sutrisno. (foto : amiruddin noor)

Enrekang, SuaraPalapa.Com -- Berdasarkan data dari Tim GT Covid-19 Pemkab Enrekang hingga Selasa (24/3/2010) pukul 19.00 Wita, jumlah warga yang sedang dalam pengamatan alami peningkatan.

Bahkan, jumlahnya meningkat drastis dari data yang disampaikan Senin (23/3/2020) malam kemarin.

Terlihat peningkatan terjadi pada warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Dalam Resiko (ODR).

Sementara untuk jumlah yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih tetap dua orang.

Begitupun dengan pasien suspect dan positif kondisinya masih sama yakni nihil atau belum ada.

Warga yang berstatus ODP Selasa kemarin naik nyaris dua kali lipat dari 37 orang pada Senin kemarin menjadi 59 orang pada Selasa malam kemarin.

Dari jumlah itu 50 orang dalam proses pemantauan dan sembilan selesai pemantauan.

Sementara warga berstatus ODR juga naik drastis dari 702 Senin kemarin menjadi 844 pada Selasa malam (24/3/2020)

Hal itu disampaikan Juru bicara (Jubir) Tim GT Covid-19 Pemkab Enrekang, Sutrisno saat dikonfirmasi Amiruddin Noor Reporter SuaraPalapa.Com, Selasa (24/3/2020) malam.

"Hingga kini data terupdate Selasa (24/3/2020) pukul 19.00 Wita, PDP: 2 orang, ODP: 59 orang dan ODR: 844 orang," katanya.

Penambahan jumlah ODP dan ODR, jekasnya, lantaran banyak warga, baik mahasiswa ataupun perantau yang baru datang di Enrekang setelah dari luar daerah khususnya daerah pandemi.

"Iya, banyak warga yang baru pulang kampung dari daerah pandemi datang melapor tadi, jadi meningkat drastis," ujarnya.

2 pasien PDP, tambah Sutrisno, berasal dari Kecamatan Alla' dan Kecamatan Baraka.

Kedua pasien status PDP tersebut sudah diisolasi di rumah sakit.

Jubir Covid-19 Pemkab Enrekang ini, kembali menghimbau warga tetap waspada dan mengikuti edaran pemerintah untuk tetap menjaga kebersihan diri dan tidak ke luar rumah jika tidak diperlukan.

Tak lupa, ia menjelaskan pasien PDP berarti diawasi karena dia berasal dari daerah pandemi serta terindikasi pernah kontak langsung dengan kasus yang terkonfirmasi dan alami gejala seperti flu demam atau gejala lain tapi belum suspect.

Sementara status ODP adalah orang yang baru datang dari daerah pandemi dan ada gejala flu atau demam.

Sedangkan, ODR hampir sama dengan ODP tapi bedanya orang tersebut belum merasakan dampak apapun.

"Ini yang perlu diketahui masyarakat kita, agar tak mudah panik. Intinya jaga kebersihan diri sendiri dan ikuti imbauan pemerintah," kata Jubir ini mengingatkan. (amiruddin noor)


Tidak ada komentar