Breaking News

Hujan Deras Mengguyur, Jakarta Kembali Dilanda Banjir, Ini Kata Anggota Komisi V DPR, Dr. Aras




Jakarta, SuaraPalapa.Com -- Hujan deras kembali mengguyur Ibu Kota Negara Republik Indonesia, Jakarta. Intensitas hujan begitu lebatnya, mengakibatkan sejumlah titik lokasi tergenang banjir. 

Apalagi beberapa drainase di titik lokasi tersumbat hingga tak berfungsi maksimal, membuat aktifitas penduduk Jakarta terganggu. Ini terjadi pada Selasa, 25 Februari 2020.

Gelisah melihat kota yang selama ini sebagai tempatnya bekerja memperjuangkan nasib rakyat Indonesia, ini yang dikatakan Dr. H. Muh. Aras, SPd, MM, Anggota DPR RI dalam Siaran Persnya yang sampai ke meja redaksi Suara Palapa.

Sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta, menjadi refresentasi kota-kota di Indonesia, di dunia Internasional.

Anggota Komisi V DPR RI ini mengatakan, Jakarta ini adalah Ibu Kota, ia minta Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat duduk bersama.


"Kami minta agar Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat bisa duduk bersama, melakukan penelitian, mendatangkan ahli untuk bisa menangani banjir di Ibu Kota dan mencegahnya di kemudian hari," kata Ketua DPW PPP Provinsi Sulawesi Selatan ini.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penanganan banjir di wilayahnya.

"Kami mengapresiasi langkah Gubernur Anies Baswedan yang gigih dalam mengatasi banjir di Jakarta, terutama dalam proses membantu penanganan banjir di Jakarta. Terutama dengan dikeluarkannya 9 poin arahan gubernur," ujarnya.

Namun, Dr. H. Aras menilai, dalam beberapa tahun terakhir, Pemprov DKI Jakarta terihat kurang serius dalam proses pencegahan banjir yang tiap tahun terjadi di Ibu Kota Jakarta.

Seharusnya, lanjut Ketua Pengprov PTMSI Sulsel ini, jika mau serius, rentan waktu dari sekitar bulan April hingga Agustus itu sudah cukup untuk mempersiapkan Jakarta tidak banjir saat musim hujan datang.


"Kita lihat saat ini, selain menggenangi permukiman warga, betapa banjir, juga menggenangi jalanan vital, beberapa underpass, dan juga jalan tol," kesalnya.

"Ini tentu dikarenakan ada yang salah dengan sistem drainase Ibu Kota. Bagaimana dengan normalisasi dan naturalisasi sungai-sungai/saluran-saluran air," tambahnya.

Dkatakan, banjir yang terjadi saat ini disebabkan oleh hujan, artinya banjir lokal bukan banjir kiriman.

"Ini terjadi, kan disebabkan oleh hujan, artinya banjir lokal bukan banjir kiriman," kata Ketua Umum IKA UVRI Ujung Pandang ini.

Seharusnya, tandas alumni S3 Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, banjir seperti ini sangat bisa diantisipasi dengan sistem pencegahan banjir yang baik. (alimuddin)




Tidak ada komentar