Breaking News

Hari Bahasa Ibu Internasional, di MAN 2 Soppeng, Sehari Penuh Berbahasa Bugis




Citizen Reporter

Laporan : Yasir Suardi


Soppeng, SuaraPalapa.Com -- LESTARIKAN BAHASA BUGIS, SISWA MAN 2 SOPPENG ADAKAN PENTAS SENI BERTAJUK  'tabe' dan 'iyek' DI HARI BAHASA IBU SEDUNIA.

Tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Dalam pengantar PBB untuk Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2020, dinyatakan bahwa bahasa adalah instrumen paling kuat untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya benda dan tak benda.

Bahasa Bugis di Indonesia merupakan bahasa ibu, karena merupakan bahasa yang dikuasai penutur pertama kali sejak lahir dari jaman dulu, dan hal terpenting dari 6000 bahasa di dunia, bahasa bugis masuk dalam 158 bahasa yang  memiliki aksara yang di sebut Lontara dari hasil interaksi sosial etnis bugis, hingga menjadi alasan untuk diakui dunia.

Beberapa tahun terakhir, kaum akademisi atau pemerhati budaya gencar melakukan upaya pelestarian bahasa minoritas. Menjaga Bahasa Daerah (Bugis) agar tidak punah dan merawat Kebhinnekaan inilah yang menjadi hal penting dedikasi kegiatan di MAN 2 Soppeng, Jum'at (21/2/2020).

Di Pelataran Publik MAN 2 Soppeng dengan Tema "Meningkatkan kesadaran keberagaman bahasa sebagai identitas nasional" disaksikan 201 siswa, 14 tim kelas secara bergiliran menampilkan pentas seni bermetafora dari judul "tabe" dan "iye".

Selain dari tema sakralnya, diselipkan pesan motivasi siswa untuk menggunakan bahasa dalam bertutur kata yang baik dalam berinteraksi dan merawat tatanan bahasa bugis yang santun selama ini.

Hal ini diutarakan Pembina OSIS selaku penanggung jawab program kegiatan ini. Ia mengutip pernyataan salah satu pemerhati bahasa, 

"Kita menanamkan pendidikan karakter dan akhlak dalam kegiatan ini, siswa diharapkan memfilter bahasa luar yang bisa mempengaruhi kesalahan tatanan bahasa yang baik," imbuh Ardianto Raharjo Darminto, S.Pd

Hal senada diungkapkan Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) MAN 2 Soppeng, Sukardi Mustafa, S.Ag, M.Pd.I, dalam sambutannya, mengatakan, bahasa yang baik bisa menciptakan hubungan. 
Terutama jika dituturkan dengan bahasa yang sopan.

Selanjutnya Wakamad Akademik ini mencontohkan dalam prilaku sehari-hari.

"Ketika kita tidak sengaja menginjak kaki teman, namun segera kita bertutur - tabe, taddapengika, dewattungkai- (maaf tidak sengaja) maka dari tutur bahasa ini akan menciptakan hubungan baik yang sebelumnya bisa berpotensi kesalahan," imbuhnya.

Selanjutnya lebih memaknai Internasional Mother Language Day (Hari Bahasa Ibu se-dunia) yang jatuh pada hari Jumat, 21 April 2020, seluruh siswa dan guru MAN 2 Soppeng menggunakan komunikasi Bahasa Bugis 1 hari penuh di lingkungan madrasah. 


Tidak ada komentar