Breaking News

Di Puskesmas Wawondula, Anaknya Lahir, Meninggal, Pasutri Kamaluddin-Misnawati Kesal


Pasutri Kamaluddin - Nismawati

Laporan : Yusri

Reporter SuaraPalapa.Com Luwu Timur

Editor : Hamsyar Hamid


Lutim, SuaraPalapa.Com -- Hati siapa yang tak kesal bercampur sedih, jika si buah hati, meninggal. Apalagi jika diberi tahu telah meninggal sebelum lahir 
atau masih dalam kandungan. Inilah dialami Pasangan Suami - Istri (Pasutri), Kamaluddin (34) - Nismawati (33). Mereka kini tengah diliputi rasa gundah gulana meratapi nasib yang menimpanya.

Istri Kamaluddin, Nismawati, melahirkan anaknya di UPTD Puskesmas Wawondula, Desa Langkea Raya Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur, Jum'at, 20 Maret 2020 sekira pukul 19.00 WITA.

Pasutri ini mengaku diberi tahu oleh Kepala Puskesmas (Kapus) setempat, H. Sahmuddin, S.KM, kalau anaknya sudah meninggal dalam kandungan diperkirakan 3 hari sebelum kelahirannya.
Kamal, begitu Kamaluddin kerap dipanggil, ayahanda almarhum si bayi, mengaku jika apa yang dialami ini, sungguh berat dan dirinya merasa tidak terima. Alasannya, ketika proses kelahiran itu dirinya tidak ada di tempat, karena pihak Puskesmas menyuruhnya keluar dan pergi dari Puskesmas untuk membeli kantongan.

"Saya tidak ada di tempat, karena saya disuruh oleh pihak Puskesmas untuk membeli kantongan di luar," tutur Kamal, Selasa, 25 Februari 2020.

Tidak hanya itu, tutur Kamal lagi, "paha bagian kanan anak saya terlihat  terkelupas sangat parah dan bagian pusarnya luka dan bengkak."

Kamal, kembali mengutarakan kekesalannya dan tak terima kejadian yang menimpa dirinya.

Nismawati, ibunda almarhum sibayi, kepada SuaraPalapa.Com, menuturkan, kalau sesaat sebelum ke Puskesmas, dirinya mengaku masih merasakan gerak bayinya dalam kandungan. 

Bahkan Nismawati mengaku, kalau air ketuban miliknya dirasakan sudah pecah.

"Saya merasakan, ketuban saya meletus dalam perut saya, sebelum melahirkan," tuturnya.

Mereka Pasutri ini mengutarakan kalau pihaknya merasakan kesedihan yang amat dalam atas kepergian anaknya untuk selamanya yang dinilai tidak wajar.  

"Kami sangat bersedih ketika anak kami meninggal dengan tidak wajar," ucap keduanya.

Didampingi dr. Indah yang menangani proses kelahiran itu, Kapus Wawondula, H. Sahmuddin, SKM, mengatakan, bayi memang telah meninggal 3 hari sebelumnya.

Dikatakan, kemungkinan memang sudah meninggal dalam kandungan Misnawati.

Terkait dengan adanya terkelupas pada paha bagian kanan sibayi, Kapus ini menjelaskan, jika bayi itu memang sudah dari lahirnya, telah meninggal 3 hari yang lalu sehingga mengalami lepuh pada tubuh, terkelupasnya bukan di luar, namun sudah terkelupas dalam kandungan, timpal Sahmuddin.

"Untung saja semua organ tubuhnya masih dapat keluar dari rahim ibu tanpa ada yang tersisa dan membusuk," urainya.

"Bagian pusar dan ari-ari memang sudah tidak segar juga, sudah berwarna kebiruan," kata Kapus ini membela diri.

"Apa yang kami lakukan sudah sesuai Standart Operational Procedur (SOP)," urainya lagi.

Dikatakan, sebelum proses kelahiran, pihaknya mengaku sudah melakukan pemeriksaan pada ibu Nismawati, sejalan dengan pemeriksaan tersebut, pihaknya, mengaku mendapatkan kalau pada jantung bayi sangat sulit terdeteksi, juga sang ibu itu jarang kontrol di Puskesmas.
Pihaknya juga mengaku, kalau permasalahan ini sudah disampaikan kepada Kadis Kesehatan Lutim. 

Kamaluddin juga membenarkan, kalau istrinya, jarang melakukan pemeriksaan di Postu terdekat atau ke bidan.

"Saya bukan tidak mau kontak bidan, tapi karena tidak punya kendaraan, sehingga jarang datang ke Postu untuk memeriksakan kehamilan istri saya, apalagi jarak antara rumah saya dan Postu cukup jauh ditambah lagi jalanan penuh bebatuan dan amat terjal," kata Kamal.

Kadis Kesehatan Lutim, Rosmini Pandi, membenarkn kejadian itu, ia berharap kepada semua pihak menyadari betapa pentingnya komunikasi yang intensif dengan petugas kesehatan ibu dan bayi mulai dari proses kehamilan hingga kelahiran.

Dikatakan, Pemerintah Kab. Lutim sudah menyiapkan warga untuk program ini melalui Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas) melalui BPJS dan Jaminan Persalinan (Jampersal). Bahkan, tambahnya, rumah tunggu kelahiran bila dibutuhkan.

Kadis Kesehatan ini, mengaku kalau pihaknya terus memantau setiap langkah perkembangannya, pungkasnya.



Tidak ada komentar