Breaking News

Rektor Unismuh Makassar dan Bupati Wajo Tinjau Lahan Dikerjasamakan 1000 Ha



Wajo, SuaraPalapa.Com -- Rektor Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM, bersama dengan Bupati Wajo, Amran Mahmud meninjau tiga lokasi yang dikerjasamakan kedua lembaga itu seluas 1000 Ha.

Kunjungan ke lokasi pertanian yang akan dikelola dan dikerjasamakan itu berada  pada 3 lokasi yakni, di Kelurahan  Uraiyang dan Kelurahan Macanang Kecamatan Majauleng Wajo, serta di Desa  Waetuwo Kecamatan Tanasitolo.

Sebelum turun lapangan meninjau, Rektor Unismuh Makassar dan Tim kerja membawakan pemaparan konsep pengembangan pertanian terpadu di Rumah Jabatan Bupati Wajo. 

Rektor Unismuh Makassar Prof. A. Rahman dalam sambutan pemaparan di hadapan Bupati dan Sekkab Wajo, menjelaskan tentang Wajo memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah untuk pengembangan pertanian terpadu.

Program pertanian terpadu merupakan kelanjutan dari pemberdayaan masyarakat tetapi dengan orientasi bisnis, kata Prof. A. Rahman.

Lewat program pertanian terpadu ini akan berkelanjutan, melakukan pemberdayaan masyarakat serta membuka kesempatan kerja dan ada nilai ekonomi.

Pertanian terpadu ini untuk langkah petama akan bergerak pada usaha jagung dan budidaya bebek.

Bupati Wajo, Amran Mahmud merespon positif kerjasama pertanian terpadu ini karena akan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pengembangan pertanian terpadu terkoneksi dengan 25 program unggulan bupati. Salah satu progran itu adalah mencetak 10 ribu enterpreneur pada sektor pertanian, perikanan, rumput laut serta tanaman pangan.

Potensi pertanian seluas 100 Ha, tanah perkebunan  49 ha, tambak seluas 14 Ha dan pantai sepanjang 103 KM, kata Wakil Bupati Wajo di masanya ini. 

Potensi itu ingin diolah dengan melakukan kolaborasi dengan pihak swasta termasuk mengembangkan lahan tidur yang masih luas.

Turut mendampingi Rektor Unismuh Makassar, Dirut PT Surya Pangan Indonesia (SPI) Unismuh Makassar, Dr. Idham  Khalik, SE, MM., Direktur Keuangan PT SPI, Dr. Agussalim HR, SE, MM., serta konsultan pertanian Unismuh Makassar, Hasan Basri dan Syawal. (yahya)

Tidak ada komentar