Breaking News

Peringati Hari Ibu, Bupati Soppeng Lepas GJS



Soppeng, SuaraPalapa.Com
 -- Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-91 Tahun 2019, Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak, SE menghadiri kegiatan Gerak Jalan Sehat Bersama di Lapangan Gasis Jl.  Kesatria Watansoppeng, Minggu, 8 Desember 2019.

Bupati Soppeng dalam sambutannya pada Peringatan Hari Ibu ke-91 yang mengusung tema, Perempuan Berdaya Indonesia Maju, itu, menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terlaksananya kegiatan ini.

Dikatakan, ini adalah peringatan seorang ibu yang berjuang bersama dalam membangun bangsa ini.

Peran ibu, lanjut Bupati, sangat luar biasa berpartisi dalam kebangkitan dan perjuangan bangsa. 

Kaum perempuan Indonesia, kata Bupati mengakhiri sambutannya, tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segenap aspek pembangunan nasional. 

Usai memberikan sambutan, Bupati Soppeng melepas kegiatan Gerak Jalan Sehat (GJS) ini.

 
Kepada wartawan, sesaat usai GJS berlangsung,  Ketua TP-PKK Kabupaten Soppeng Hj. Nurjannah, A. Kaswadi, SE, mengharapkan kepada ibu yang ada di seluruh Kabupaten Soppeng agar melaksanakan kewajibannya dengan  baik sebagai pendidik anak dan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga saat mendampingi suaminya dalam bekerja. 

"Dengan mendidik anak dengan baik dapat menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas dan berkualitas" ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri, Ketua DPRD bersama jajarannya,  para anggota Forkopimda, Sekda,  Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD,  Organisasi Wanita,  dan ribuan peserta lainnya. 

Diketahui, Hari Ibu lahir dari pergerakan perempuan Indonesia diawali dengan Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia. 

Tema sentral pembahasan Kongres Perempuan tersebut adalah memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan, melawan perkawinan dini, poligami dan pendidikan perempuan. 

Hakekat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Nasional.

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang harus sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya. 

Begitu juga pengasuhan dalam keluarga, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya orang tua namun perlu didukung oleh semua pihak. PHI diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai agen penggerak (agent of change).

Tema PHI ke-91 tahun 2019 ini adalah Perempuan Berdaya, Indonesia Maju yang dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, perlakukan diskriminatif, dan lain-lain. 

Kondisi tersebut memerlukan berbagai strategi, pelibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye/gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. 

He for She menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput.

Peringatan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan. (amiruddin baringeng)

Tidak ada komentar