Breaking News

Bupati Soppeng Bertindak Selaku Irup pada Upacara Memperingati HBN ke-71






Soppeng, SuaraPalapa.Com -- Peringatan Hari Bela Negara di Kabupaten Soppeng ke-71 dirangkaikan dengan hari kesadaran nasional, diperingati dalam suatu upacara bendera di halaman Kantor Bupati Soppeng, 19/12/2019, bertindak selaku Inspektur upacara Bupati H. A. Kaswadi Razak, SE, 

Acara turut dihadiri, Pimpinan DPRD Soppeng, para Anggota Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, ketua pengadilan Agama Watansoppeng, Sekda, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Pimpinan SKPD serta para undangan lainnya.

Sementara peserta upacara terdiri dari satu platon Kodim 1423 Soppeng, satu platon Polres Soppeng, purna bela negara, para ASN lingkup Pemkab Soppeng serta para pelajar.

Presiden Republik Indonesia dalam amanatnya dibacakan Bupati Soppeng  H. A. Kaswadi Razak,SE selaku Inspektur Upacara mengatakan, bela negara harus disesuaikan dengan kondisi kekinian yang dihadapi oleh masyarakat secara umum serta dilandasi sinergi semua pemangku kepentingan sehingga terwujud kekuatan yang besar untuk mencapai tujuan yang besar pula.

Dikatakan dalam sambutan tertulis Presiden RI dibacakan Buoati Soppeng, bela negara bukan hanya menjadi alat untuk menghadapi ancaman yang bersifat aktual, namun juga menjadi alat pencapaian tujuan nasional bangsa dalam jangka panjang yang memerlukan kerja keras serta sinergi bersama secara terus menerus.

Demikian Bupati Soppeng dalam mrmbacakan amanat Presiden RI.

Sekadar diketahui, Hari Bela Negara atau HBN adalah hari bersejarah Indonesia yang jatuh pada tanggal 19 Desember untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatra Barat pada tanggal 19 Desember 1948. 

Keputusan ini ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keppres No. 28 tahun 2006.

Mr. Syafruddin Prawiranegara atau juga ditulis Sjafruddin Prawiranegara; lahir di Serang, Banten, 28 Pebruari 1911 – meninggal di Jakarta, 15 Pebruari 1989 pada umur 77 tahun adalah seorang pejuang kemerdekaan, Menteri, Gubernur Bank Indonesia, Wakil Perdana Menteri dan pernah menjabat sebagai Ketua (setingkat presiden) Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). 

Ia menerima mandat dari presiden Sukarno ketika pemerintahan Republik Indonesia yang kala itu beribu kota di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda akibat Agresi Militer Belanda II lpada tanggal 19 Desember 1948.

Ia kemudian menjadi Perdana Menteri bagi kabinet tandingan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra Tengah tahun 1958. (rilis humas pemkab soppeng/amiruddin baringeng)

Tidak ada komentar