Breaking News

Wagub A. Sudirman Puji Unismuh Makassar Mampu Jaga Kepercayaan Pemerintah

 


Wajo, SuaraPalapa.Com --  Unismuh Makassar salah satu kampus yang cukup besar dan dikenal luas serta mampu menjaga kepercayaan pemerintah.

Pemerintah provinsi Sulsel pernah melouncing bantuan jagung untuk keperluan ekspor dan itu berjalan walau masih terus ditingkatkan.

Unismuh Makassar mampu menjaga trush (kepercayaan) karena hibah bantuan jagung masih tetap jalan sebaliknya ada juga kampus diberi hibah, tetapi tidak ada lagi kabarnya.

Demikian sambutan Wakil Gubernur Sulsel  Andi Sudirman Sulaiman, saat menghadiri Puncak Milad ke-107, Sabtu malam (23/11/2019), di Lapangan Merdeka Kota Sengkang Wajo.

Dijelaskan, bantuan hibah jagung untuk ekspor ke Unismuh Makassar malah sudah dikembangkan lagi dengan mengelola industri ayam kampung terintegrasi.

Di tempat sama, Rektor Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM didampingi Direktur Surya Pangan Indonesia (SPI), Dr. Idham Halik, SE, MM dan Direktur Keuangan SPI, Dr. Agusalim HR,SE MM menambahkan, bantuah hibah jagung ekspor itu dilaksanakan sebagai ibadah dengan penuh keihlasan, kata Prof. Rahman.

Makassar telah mengembangkan industri ayam kampung terintegi.

Program industri ayam kampung terintegi sasarannya mrendukung program pemerintah menghasilkan entrepreneurship, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi pengangguran.

Unit kegiatan yang dilakukan dalam industri tersebut adalah pembibitan ayam kampung, pembesaran ayam kampung, membina alumni dan masyarakat pada umumnya dalam usaha peternakan ayam kampung.

Unismuh Makassar dalam mengembangkan industri ayam kampung telah mengadopsi inovasi teknologi dihasilkan  Litbang Kementerian Pertanian berupa ayam kampung unggul yang telah mendapat sertifikat galur. 

Saat ini Unismuh Makassar telah membangun industri pembibitan ayam kampung terintegrasi berbasis pemberdayaan masyarakat untuk diproduksi secara massal dengan target produk 160.000 - 200.000 DOC per bulan.

Hasil produksi selanjutnya akan didistribusikan ke peternak yang memiliki kompetensi untuk membudidayakan ayam kampung secara profesional. 

Wujud produk dari kegiatan tersebut nantinya adalah berupa Ayam Kampung Bollangi (AKB). (Ma'ruf/Yahya)


Tidak ada komentar