Breaking News

Polisikan Terduga Pelaku Pencurian, Korban Menunggu Tindaklanjut Polsek Marioriawa

Masnur

Sejumlah warga Panincong dan Patampanua, menanggapi, jika laporan ini tidak ada tindak lanjutnya, warga akan melakukan tindakan menurut caranya sendiri


SOPPENG, SUARA PALAPA -- Masnur (30) petani, beralamat di Paliccu, Desa Patampanua Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng.

Ia beberapa tahun terakhir ini, kecurian hasil kebun miliknya yang terletak di Desa Panincong berbatasan dengan Desa Patampanua, tepatnya di Dusun Labuleng sekitar 50 Meter dari pinggir sebelah selatan  jalan poros Panincong-Tampaning.

Tak tahan melihat hasil kebunnya selalu kecurian, berupa jagung, korban Masnur, mulai menjaga kebunnya dari pagi hingga malam hari.

Agar bisa kehilangan jejak, pelaku dalam melakukan aksinya, memetik jagung di kebun korban, tidak satu tempat, tetapi dengan memetiknya pada 1 pohon dengan pohon lainnya yang diantarai bebera pohon lainnnya.

Namun karena sudah banyak kali melakukan, sehingga terlihat bekas-bekas pemetikan pelaku meskipun dilakukan dengan pemetikan yang di luar kebiasaan.

Jika pemetikan secara biasa, pemetik langsung menebang pohonnya, tetapi ini terlihat lain, karena pelaku membiarkan pohon jagung itu tetap berdiri kendati sudah tidak ada lagi buahnya karena sudah dipetiknya.

Pada Rabu sore, 17 Juli 2019, secara sembunyi, korban melihat seseorang memetik buah jagungnya. Namun korban tak menegurnya karena korban hanya ingin tahu siapa yang biasa mencuri jagungnya.

Pada malam harinya, masih pada Rabu, 17 Juli 2019. Korban mendatangi Kepala Desanya, Kades Patampanua, Amiruddin, S.Ag, menyampaikan hal ihwal yang dialami baru-baru itu.

Kades tersebut dengan korban pun bersepakat untuk menjaga dan sekaligus akan melaporkan kepada yang berwajib jika pelaku masih kembali lagi mencuri jagung milik korban.

Tetapi Kades Amiruddin, karena ada urusan yang sangat penting bertepatan dengan waktu yang telah disepakati itu, sehingga keesokan harinya, Kamis sore, 18 Juli 2019, sekitar pukul 16 waktu setempat, ia tak penuhi kesepakatan itu, kecuali korban hanya melakukan sendiri di kebun miliknya.

Ternyata si pelaku ini masih melakukan aksinya ketika itu. Korban pun langsung menegurnya dengan melarang pelaku mengambil jagung yang bukan milik pelaku.

Mendengar dirinya dilarang oleh korban, saat pelaku melakukan aksinya, pelaku pun terlihat takut kalau dirinya sudah diketahui sebagai pencuri. Pelaku pun seketika itu dengan sigap melarikan diri.

Karena terburu-buru, pelaku tak sempat membawa jagung curiannya yang ditaruh di dalam tas milik pelaku sehingga dilemparkan saja ke atas pondok kebun korban.

Bukan hanya itu, sepeda motor pelaku pun ditinggalkan saja di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sesaat usai kejadian itu, korban kembali mendatangi kadesnya di rumah kediamannya di Medde Desa Patampanua dengan maksud untuk melaporkan kejadian yang baru saja dialami.

Kades setempat menghubungi Babin Kamtibmas Desa Patampanua Bripka Hanafi. Saat itu juga Bripka Hanafi datang di rumah Kades Amiruddin.

Mendengar laporan korban. Babin Kamtibmas tersebut, menyarankan korban untuk melaporkan kejadian itu ke Desa Panincong. Karena TKP-nya tidak di Desa Patampanua tetapi berada di Desa Panincong, meskipun Bripka Hanafi juga Babin Kamtibmas di Desa Panincong.

Babin Kamtibmas ini juga menyampaikan kepada korban, kalau barang bukti yang ada berupa tas pelaku dengan isinya, sudah cukup bukti tanpa membawa sepeda motor milik pelaku yang tertinggal di TKP.

Sebelum korban sampai di Kantor Desa Panincong sore itu, korban sempat bertemu dengan salah satu anggota Polsek Marioriawa, Aiptu Kamaruddin, sekaligus melaporkan apa yang baru saja dialami.

Oleh Aiptu Kamaruddin memerintahkan korban untuk segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Marioriawa di Madining. Korban tak berpikir panjang lansung seketika itu mendatangi Markas Komando (Mako) Polsek Marioriawa tanpa mendatangi Kantor Desa Panincong.

Sore itu korban diterima petugas piket Bripka Nurdin dan langsung diambil data yang dilaporkan.

Menindaklanjuti laporan Masnur ini, Unit Reserse Polsek Marioriawa memanggil terlapor. Usai diperiksa, terlapor meninggalkan Mako Polsek.

Kepada pelapor selaku korban, Masnur, Anggota Unit Res Polsek Marioriawa Aipda Nur Hasan menyampaikan, kalau terlapor menyangkal dirinya mencuri jagung Masnur. Jagung yang ada dalam tas milik terlapor, dirinya mengakui kalau itu adalah pemberian keluarganya di Bebbae yang tidak jauh dari TKP.

Di tempat terpisah, kepada SUARA PALAPA, Masnur mengatakan, kalau terlapor tidak bersalah, kenapa harus lari hingga meninggalkan tas dengan semua isinya serta sepeda motornya.

Hingga berita ini naik tayang, korban masih tetap menunggu tindak lanjut proses hukum terhadap terlapor dari Polsek Marioriawa.

Suara Palapa yang hendak mengkonfirmasi pihak Polsek Marioriawa, di Mako Polsek, Rabu, 31 Juli 2019, piket Aiptu Nurdin mengatakan, "Kapolsek ke Polda Sulsel di Makassar, dan Kanit Reskrim baru saja keluar, mungkin sebenntar saja itu," kata Aiptu Nurdin.

Sejumlah warga Panincong dan Patampanua, menanggapi, jika laporan ini tidak ada tindak lanjutnya, warga akan melakukan tindakan menurut caranya sendiri.

Untuk tetap mengindahkan azas paraduga tak bersalah, sambil tetap menunggu tindak lanjut proses hukum Polsek Marioriawa terhadap terlapor, SUARA PALAPA belum menulis nama atau inisial terlapor. (usa)



Tidak ada komentar