Breaking News

Pendidikan Sosiologi UNM Latih Pemberdayaan Istri Nelayan di Samataring Sinjai




MAKASSAR, SUARA PALAPA -- Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Soaial Universitas Negeri Makassar (FIS-UNM) melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Keluarahan Samataring Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. 

Ditemui media, Sabtu (5/7/2019) di kampusnya, Dr. Muhammad Syukur, M.Si selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan PPM di Keluarahan Samataring, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab akademik sebagai bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi sekaligus tanggung jawab moral untuk memberdayakan masyarakat miskin.

Dijelaskan juga, pelaksanaan kegiatan PPM ini berangkat dari kegelisahan TIM PPM Pendidikan Sosiologi bahwa Desa Samataring terdapat penumpukan sampah yang tidak pada tempatnya sehingga keberadaan sampah tersebut sangat meresahkan masyarakat.

Sampah yang semakin banyak dan menumpuk, tambahnya, sehingga menyebabkan lingkungan tidak sehat dan menjadikan sampah sebagai sarang penyakit di pemukiman warga yang padat,

Kondisi tersebut, lanjutnya, mengakibatkan pembuangan sampah menjadi hal yang sangat sulit dan menjadi masalah di Samataring dan perlu segera mendapatkan penanganan.


Solusi dengan mendaur ulang sampah plastik ini diharapkan dapat meminimalisir persoalan sampah sekaligus memberdayakan istri-istri nelayan yang ada di Kelurahan Samataring, ungkap Syukur.

Selain itu dijelaskan juga dengan daur ulang sampah plastik barang-barang yang tadinya tidak memiliki nilai menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan PPM dalam bentuk pelatihan membuat kejarinan tangan dari sampah plastik ini diikuti sebanyak 21 orang wanita nelayan dan berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 29-30 Juni 2019.

Pada kesempatan yang sama, Andi Oktamaya Tenri Awaru, S.Pd., M.Si selaku anggota Yim Pengabdi mengatakan, para istri nelayan sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan.

Bahkan, katanya, masyarakat sangat mengharapkan agar kegiatan tersebut dapat diadakan lagi dimasa yang akan datang.

Muhammad Syukur selaku Ketua Tim Pengabdi menjelaskan, solusi yang ditawar untuk penanggulangan sampah di Keluarahan Samataring Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai yaitu;

Pertama, meningkatkatkan kesadaran istri nelayan tentang pentingnya kebersihan dan cara menanggulangi sampah; 

Kedua, meningkatkan pemahaman pada ibu rumahtangga istri nelayan jika sampah dapat berdaya guna dan bernilai jual.

Solusi ketiga yang ditawarkan yakni, meningkatkan keterampilan ibu-ibu istri nelayan dalam mendaur ulang sampah menjadi barang yang berdaya guna dan bernilai jual. (ma'ruf)


Tidak ada komentar