Breaking News

Pemprov Maluku akan Mengintegrasikan Mitigasi Bencana Banjir ke dalam RPJMD 2019-2024



Kontributor : Sudirman Sehe

Editor : Alimuddin


AMBON, SUARA PALAPA -- Flood Management Inselected River Basin (FMSRB) menggelar Rapat Integrasi Mitigasi Bencana Banjir ke dalam RPJMD, sesuai DPA Bappeda Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2019.

Rapat dipimpin Plt. Kepala Bappeda Provinsi Maluku Dr. Djalaluddin Salampessy, S.Pi., SH, MS tersebut berlangsung di Lt. IV Kantor Gubernur Maluku, Jl. Wem Reawaruw Uritetu Sirimau Ambon,  Jum'at, 26 Juli 2019, pukul 9.00 - 12.00 WIT.

Kepala Bidang (Kabid) Infra Struktur dan pengembangan wilayah Bappeda Provinsi Maluku, Muhammmad Yani Syukur, dalam pengantarnya pada rapat itu menyampaikan, Pemerintah Provinsi Maluku dalam tahap penyusunan RPJMD diperlukan masukan dan saran dalam rangka Integrasi Bencana Banjir ke dalam RPJMD Provinsi Maluku Tahun 2019-2024,

Selanjutnya, Plt. Kepala Bappeda Prov Maluku Dr. Djalaluddin Salampessy, S.Pi., SH, MS, mengawali pemaparan materinya tentang Rancangan Awal RPJMD Provinsi Maluku Tahun 2019-2024, ia terlebih dahulu memberikan pengantar sekilas Selayang Pandang Provinsi Maluku, yakni; tentang Luas Wilayah Provinsi Maluku : 712.479,69 Km2. Luas wilayah barat : 54.185 km2 (7,6%). Luas Wilayah laut : 658.294,69 Km2 (92,4%). dengan 1.340 jumlah pulau.

Dikatakan, curah hujan tertinggi ada di Pulau Ambon : sekitar 3000 mm/Tahun, sementara di Pulau Buru sekitar 2000 mm/Tahun dan Pulau Seram antara 2000-3000mm/Tahun.

Artinya, jelas Plt. Kepala Bappeda Prov. Maluku ini, dengan curah hujan tertinggi terjadi di Pulau Ambon, Seram dan Pulau Buru.

Hal tersebut, lanjut Dr. Djalaluddin Salampessy, berdampak pada intensitas kebencanaan Banjir dan Tanah longsor di daerah tersebut, dan khusus Pulau Ambon sebagai Ibukota Prov. Maluku dengan kepadatan penduduk yang tidak didukung oleh Luas lahan pemukiman, dengan curah jujan yang tinggi, yang berdampak pada Banjir dan tanah longsor, sehingga diperlukan penangan yang serius dan Multi Stekholder.

Materi tentang Rancangan Awal RPJMD Provinsi Maluku Tahun 2019-2024. Dr. Djalaluddin Salampessy selaku narasumber I  (Pertama) memaparkan materinya pada rapat itu.

Materi tentang Rancangan Awal RPJMN Tahun 2019-2023, dipaparkan oleh  Narasumber ke-2 Kepala Sub Direktorat Kelembagaan Sarana dan Prasarana SDA Direktorat Pengairan dan Irigasi Bappenas, Ewin Sofian Winata.

Materi tentang Startegi Penanggulangan Bencana Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2007, Peraturan Presiden No.2 Tahun 2015 tentang RPJMD 2015-2019 (Banjir Berbasis Masyarakat, dan Peraturan Menteri dalam Negeri No 86 Tahun 2017 oleh Kepala Seksi (Kasi) Wilayah 1 Bina Pembangunan Daerah, Kasubdit Pertanian dan Pangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Diyah selaku narasumber ke-3.

Utusan dari sejumlah OPD terkait baik dari Pemprov Maluku maupun Pemkot Ambon, hadir pada rapat itu selaku peserta.

Hadir pula dari Unsur Perguruan Tinggi yang ada di Ambon dan Perwakilan BWS maluku serta perwakilan Konsultan FMSRB, CS.06  dan CS.01 Regional Maluku.

Rapat tersebut melahirkan catatan tentang saran dan masukan peserta, dalam rangka penyusunan RPJMD Provinsi Maluku Tahun 2019-2024 agar memasukkan Integrasi mitigasi bencana banjir ke dalam Rancangan Awal (Ranwal) RPJMD Prov. Maluku Tahun 2019-2024, yakni; Rencana Tata Ruang dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar berwawasan dan mempertimbangkan Mitigasi bencana banjir.

Penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) harus berwawasan lingkungan dengan mempertimbangkan Mitigasi Bencana, dan diikuti dengan Penegakan Aturan.

Penyusunan RPJMD, agar mempertimbangkan Pengembangan Sumder Daya  Manusia (SDM), dengan menggandeng kerja sama dengan pihak kampus, serta dengan tidak mengabaikan hasil studi dan Kajian Kebencanaan dan Lingkungan dari Lembaga Penelitian dari pihak Kampus.

Lima(5) Sungai yang ada di Ambon, Wai Ruhu, Wai Batu Merah, Wai Batugantung, Wai Batu Gajah dan Wai Tomu, sangat berperan dan berpengaruh terhadap bencana banjir di kota Ambon, Penumpukan sampah dan Biodata di teluk Ambon, yang semakin hari semakin tercemar.

Hutan Lindung yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan, sudah perlu perhatian khusus karena sudah dirambah oleh Masyarakat karena Permukiman  dan Kepadatan Penduduk, maka oleh Dinas Kehutan akan menginventarisir dan mengidentifikasi lahan yang kritis tersebut untuk ditindaklanjuti dalam bentuk penanaman kembali dan atau Reboisasi.

Daya resapan air sudah sangat berkurang disebabkan karena Pertambahan Penduduk dan Pemukiman yang mengabaikan aspek lingkungan sehingga disarankan agar ada rekayasa teknis yang sesuai perkembangan kota Ambon, dan perlunya pelibatan partisipasi masyarakat yang intensif serta penguatan kapasitas instansi terkait dalam pengelolaan Bencana Banjir dan longsor serta persampahan.

Diperlukannya regulasi atau Perda Sungai dan sosialisasi yang intensif agar implementasi aturan itu bisa lebih efektif.

Diperlukannya Maintenance yang maksimal agar peralatan kebencanaan tersebut bisa dimanfaatkan dan difungsikan dengan baik dan Sustainable.

Penanganan atau pengelolaan risiko bencana banjir dan longsor serta persampahan, agar mempertimbangkan kebutuhan dan Kondisi daerah, dan rencana jangka panjang, dengan melibatkan multi Stake holder.

Menutup Rapat ini, Plt. Kepala Bappeda Prov Maluku, Dr. Djalaluddin Salampessy, dengan harapan dan saran,
sebagai berikut : Saran dan masukan penting dari peserta pertemuan akan di jadikan bahan masukan dalam penyempurnaan Penyusunan Ranwal RPJMD Pemprov, Maluku.

Bencana Banjir dan Tanah longsor serta persampahan, akan bisa ditangani oleh, dari kita sendiri dengan keterlibatan multi Stekholder, penanganan dan perhatian yang besar, walaupun kota Ambon adalah pulau kecil.

Kepada  Teman-teman Konsultan FMSRB, baik dari CS.06 maupun dari CS.01, diharapkan kontribusi bersama yang terbaik untuk Ambon yang lebih baik, harap Dr. Djalaluddin Salampessy, menutup rapat tersebut.

Dari Lantai IV Kantor Gubernur Maluku, Jl. Wem Reawaruw Uritetu Sirimau Ambon, Jum'at, 26 Juli 2019, demikian, Kontributor suarapalapa.com, Provinsi Maluku, Sudirman Sehe, mengabarkan. (usa)


1 komentar: