Breaking News

Kepulangan Jama'ah Umrah An-Nur Ma'arif Lahirkan Inspirasi




Laporan : Alimuddin

Pemimpin Redaksi www.suarapalapa.com




لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ

(Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. 
Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. 
Tidak ada sekutu bagi-Mu).”


Prosesi ibadah umrah pada sedikitnya 50  jama'ah yang berangkat melalui PT An Nur Maarif Tour & Travel selama hampir 2 minggu, 2-13 Juni 2019, akhirnya selesai juga dengan selamat tak kurang sesuatu apapun.

Meski soal makbul atau tidak dari masing-masing yang menjalaninya, wallahualam bissawab, hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Semoga Allah memberkati.

Perjalanan ritual prosesi ibadah ini di tanah haram, baik di Madina maupun di Makkah, menjadi kenangan tersendiri bagi jama'ah.

Rupanya,  Andi Himawan Jasin, bertempat tinggal di Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat, juga salah satu dalam jama'ah umrah tersebut, dengan perjalanan ibadah
yang baru saja dilaluinya,  menginspirasi dirinya dalam menuliskan sebuah puisi.

Tentu karya ini diciptakan setelah dirinya tiba di kampung halamannya di Kabupaten Polman.

Berikut puisinya;

Hingga Kini Masih Kurasa Rindu Itu

Oleh : Andi Himawan Jasin

Pada tanah haram bumi penuh berkah-Mu

Semoga Allah mengizinkan untuk datang bertamu kembali

Sebelum badan dikandung tanah

Thank's An-Nur Ma'arif

Rindu pada harumnya ka'bah yang mulia,

Ingin bertawaf memuliakan-Mu,

Rindu pada Safa dan Marwah yang mengajarkan makna beribu pengorbanan Sitti Hajar dan Nabi Ismail,

Rindu air Zam-Zam-Mu yang mampu mengusir dahaga berjuta tamu-Mu yang datang ke rumah mulia-Mu...

Awak redaksi media ini juga tak lupa meminta maaf jika ini dipublikasikan tanpa sepengetahuan apalagi restu penciptanya.

Namun dengan menjadi status di salah satu media sosial oleh yang bersangkutan apalagi di group WhatsApp, maka secara juridis formal menurut redaksi, segala sanksi yang bakal menjerat media ini gugur dengan sendirinya. Sekali lagi mohon maaf. (redaksi) 


Tidak ada komentar