Breaking News

Indo Pacific Connectivity Outlook untuk UNP Berperan di Dunia Internasional



SUARA PALAPA, PADANG; -- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia (RI) berkolaborasi dengan Pusat Kajian Indo-Pascifik Universitas Negeri Padang (UNP) dengan menggelar Seminar Internasional Indo Pacific Connectivity Outlook, Senin (11/3/2019) di Auditorium UNP. Minggu malam, (10/3) UNP menyambut para tamu dan undangan seminar dengan acara Welcoming Dinner (makan malam-red) dengan menghadirkan pembicara, Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti.

Malam itu, Rektor UNP, Prof. Ganefri diwakili Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar mengatakan, seminar internasional ini memberikan kesempatan kepada Pusat Kajian Indo-Pasifik UNP untuk mengaktualisasikan diri. UNP dan Kemenlu RI telah melaksanakan kerjasama setahun yang lalu, bahkan Kemenlu telah mendukung program Kelas Internasional agar sesuai harapan yang ditargetkan. Dalam seminar internasional yang berlangsung selama 2 hari ini, tentu membuat ilmuwan UNP lebih memahami strategi Indo-Pasifik yang bermanfaat banyak bagi Indonesia di masa mendatang.

"Seminar Internasional kali ini tentu merupakan langkah awal bagi UNP dapat berperan dalam memahami hubungan internasional untuk kepentingan Indonesia di masa depan," ujar Prof. Syahrial Bakhtiar.

Sementara itu Dr. Siswo Pramono, LL.M, Direktur Badan Pengkajian dan Pengembangan Kibijakan Kemenlu RI, mengatakan, seminar internasional adalah memberikan dukungan agar UNP sebagai salah satu universitas di Sumatera Barat berperan melahirkan diplomat-diplomat di masa mendatang.

"Dengan itu, kami berharap peserta seminar internasional ini lebih beragam dan dinamis melihat potensi UNP dilain kesempatan," ujar Siswo Pramono pada sambutanya malam itu.

Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menteri Koordinator untuk Urusan Ekonomi, 2001-2004; Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, 1998-2001 fokus membahas dugaan tentang Pengembangan Perdagangan Seaborne dan Kargo Udara di Indonesia Wilayah Indo-Pasifik. 

Menurut Dorodjatun Kuntjoro, yang rang Sumando Minang ini, posisi Indonesia suka atau tidak suka mesti masuk ke dalam pasar bebas dunia yang sudah mengglobal.

Dikatakannya, Indonesia harus antisipatif dan memperhatikan berbagai aspek yang mempengaruhi perjalanan bangsa, seperti revolusi industri 4.0.

Dari Auditorium UNP, Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar  Padang Sumatera Barat, Senin, 11/3/2019, demikian, Humas UNP, Agusmardi, mengabarkan. (ibnu sultan)




Tidak ada komentar