Breaking News

Aniaya Mengakibatkan Marzuki Tewas, Sakirang Mendekam di Rutan Polres



SUARA PALAPA, POLMAN; -- Lelaki Marzuki Nadir (30), pekerjaan swasta, warga Dusun Lemo Tua Desa Kuajang Kecamatan Binuang Kabupaten Polman.

Marzuki, korban penganiayaan yang dilakukan Sakkirang (45),
pekerjaan swasta, warga Tonyaman Desa Tonyaman Kecamatan Binuang Kabupaten Polman.

Penganiayaan ini, mengakibatkan korban tewas bersimbah darah. Pelaku Sakkirang menganiaya korban Marzuki dengan menggunakan sebilah parang panjang.

Kejadiannya pada Jum'at, 1 Maret 2019 pukul 11.00 WITA di Lapangan Sepakbola Dusun Lemo Tua Desa Kuajang Kecamatan Binuang Kabupaten Polman.

Mengetahui kejadian ini, sesaat kemudian, dengan sigap petugas dari Polres Polman langsung terjun mengamankan dan olah TKP.

Mereka dari Polres Polman itu, Kanit SPKT II Ipda Kasman, bersama Piket Fungsi dan Kasat Sabhara AKP MANSUR, S. Pd, Kasat Reskrim AKP Syaiful Isnaini, SE, S.IK., Kanit Resum Ipda Tio Septian Dwi Cahyo, S, Tr. K, Kanit 4 Intel Kam Ipda Hafsar, SH serta Unit Identifikasi Polres Polman.

Terjadinya penganiayaan  ini berawal ketika korban Marzuki berada di TKP bersama Abd. Rauf, warga setempat, sedang memasang tenda untuk persiapan kegiatan reses anggota DPRD Polman H. Abu Bakar Kadir.

Tak lama kemudian, saat korban memanjat dan mendekor tenda tersebut. Tiba-tiba pelaku datang dan langsung menganiaya korban dengan menggunakan Parang panjang dari arah belakang dan mengenai bagian punggung, tangan dan leher korban.


Seketika itu, korban jatuh bersimbah darah hingga naas menimpa, luka terbuka di bagian tubuh korban, leher, punggung kiri dan kanan. Marzuki pun tak dapat ditolong lagi, hingga mengakibatkan ia meradang, menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Usai  menganiaya korban, pelaku meninggalkan TKP dan menyerahkan diri di Polsek Polewali.

Sebelum peristiwa ini terjadi, Lelaki Muis (37), Pek. Staf Bawaslu Provinsi Sulbar, beralamat Dusun Lemo Tua Desa Kuajang Kecamatan Binuang KabupatenPolman,
mengaku sempat melihat pelaku dan korban berpapasan di tengah jalan.

Bahkan, Muis juga mengaku, kalau pelaku sempat singgah di rumahnya (rumah Muis) dan menanyakan dimana keberadaan korban. Mendengar jawaban kalau korban berada di lapangan sepakboala di desa itu, pelaku pun menanyakan sedang apa korban di lapangan itu. Setelah mendapat jawaban di rumah Muis, pelaku pun langsung meninggalkan rumah Muis, entah kemana.

Melihat gelagat pelaku mencurigakan, Muis  kemudian langsung mendatangi korban di rumahnya dan menceritakan hal tersebut.

Namun korban seolah menganggapnya, bisa saja diatasi jika sesuatu akan terjadi terhadap dirinya.

"Itu tak ada masalah, karena memang pelaku masih dendam sama saya. Karena kutangkap dulu anaknya mencuri rambutan," kata korban kepada Muis hari itu juga,
Jum'at, 1 Maret 2019. Korban pun kembali ke lapangan melanjutkan pekerjaannya.

Korban telah disayangkan di rumahnya sendiri dan dikebumikan di pekuburan desa setempat, pada Jum'at, 1 Maret 2019, ba'da Ashar.


Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini, SE, S.Ik, Jum'at, 1 Maret 2019, membenarkan hal tersebut.

Dikatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku di Rutan Polres Polman untuk proses hukum lebih lanjut.

Adapun motif kejadian ini, lanjutnya, diduga motif dendam karena antara pelaku dan korban yang masih ada hubungan keluarga pernah terlibat permasalahan.

Menurutnya, anak Pelaku an. SABIR sekitar awal tahun 2017 pernah tertangkap tangan oleh warga mencuri rambutan. Sabir pun kemudian, diikat dan diarak dikampung, salah satunya adalah korban yang menangkap anak pelaku ketika itu.

Karena pelaku tidak terima anaknya diperlakukan  seperti itu,
pelaku pun mendatangi warga Dusun Lemo Tua dan mengancam siapa saja yang terlibat mengikat dan mengarak anaknya, ia akan balas dendam.

Karena sikap pelaku ketika itu yang kerap masuk di Dusun Lemo Tua dengan membawa parang, sehingga aparat pemerintah setempat melalui Kadus Lemo Tua Junaidi bersama Bhabinkamtibmas Bripka Aslimin dan Babinsa Serda Andis, melakukan upaya mediasi di Polsek Binuang, dihadiri pelaku dan korban bersama sejumlah warga Dusun Lemo Tua, kata Kasat Reskrim Polres Polman ini yang masih menduga motif kejadian karena pihaknya masih sedang melakukan proses pemeriksaan terhadap kasus ini.

Agar kasus ini tidak meluas, pihaknya melakukan ploting personil di rumah pelaku dan kelurganya, khususnya yang ada di Desa Kuajang dan Desa Tonyaman (domisili pelaku), dan melakukan pendekatan dengan menghimbau kedua pihak keluarga, khususnya korban untuk dapat menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan permasalahan baru serta mempercayakan proses kasus ini ditangani pihak kepolisian, kata Kasat Reskrim Polres Polman ini. (usa)


Tidak ada komentar