Breaking News

292 dari 322 Caleg DPRD Soppeng Dipastikan Gagal Raih Kursi


Ilustrasi


Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Hari H Pemilu jatuh pada Rabu, 17 April 2019. Selain anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, pemilu kali ini juga memilih Presiden-Wakil Presiden.

Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Soppeng Periode 2019-2024 telah dumumkan KPU Kabupaten Soppeng sebanyak 322 orang.

Mereka dicalonkan oleh 14 Partai Politik Peserta Pemilu tersebar di 5 Daerah Pemilihan (Dapil), yakni;

Dapil Soppeng 1 (Kecamatan Lalabata dan Ganra) Jumlah pemilih 44.793 dengan alokasi 7 kursi diperebutkan oleh 86 Caleg dari 14 Partai Politik, yakni; 1. PKB (5 caleg), 2. Partai Gerindra (7), 3. PDI Perjuangan (7), 4. Partai Golkar (7), 5. Partai NasDem (7), 6. Partai Garuda (6), 7. Partai Berkarya (7), 8. PKS (6), 9. Partai Perindo (6), 10. PPP (5), 11. PSI (7), 12. PAN (3), 13. Partai Hanura (…) 14. Partai Demokrat (7) dan 15.PBB (6).

Dapil Soppeng 2 (Marioriawa dan Donri-donri), Jumlah pemilih 40.434 dengan alokasi 7 kursi diperebutkan oleh 66 Caleg dari 13 Partai Politik, yakni; 1. PKB (4 caleg), 2. Partai Gerindra (7), 3. PDI Perjuangan (7), 4. Partai Golkar (7), 5. Partai NasDem (7), 6. Partai Garuda (…), 7. Partai Berkarya (3), 8. PKS (6), 9. Partai Perindo (1), 10. PPP (7), 11. PSI (1), 12. PAN (3), 13. Partai Hanura (…) 14. Partai Demokrat (7) dan 15. PBB (4).

Dapil Soppeng 3 (Lilirilau) Dapil Soppeng) Jumlah pemilih 21.398 dengan alokasi 5 kursi diperebutkan oleh 56 Caleg dari 12 Partai Politik, yakni; 1. PKB (2 caleg), 2. Partai Gerindra (5), 3. PDI Perjuangan (5), 4. Partai Golkar (5), 5. Partai NasDem (5), 6. Partai Garuda (…), 7. Partai Berkarya (5), 8. PKS (5), 9. Partai Perindo (4), 10. PPP (5), 11. PSI (…), 12. PAN (5), 13. Partai Hanura (…) 14. Partai Demokrat (5) dan 15.PBB (5).

Dapil Soppeng 4 (Liliriaja-Citta) Jumlah pemilih 27.822 dengan alokasi 5 kursi diperebutkan oleh 57 Caleg dari 12 Partai Politik, yakni; 1. PKB (2 caleg), 2. Partai Gerindra (5), 3. PDI Perjuangan (5), 4. Partai Golkar (5), 5. Partai NasDem (5), 6. Partai Garuda (5), 7. Partai Berkarya (…), 8. PKS (5), 9. Partai Perindo (4), 10. PPP (5), 11. PSI (…), 12. PAN (5), 13. Partai Hanura (…) 14. Partai Demokrat (5) dan 15.PBB (5).

Dapil Soppeng 5 (Marioriwawo) Jumlah pemilih 37.952 dengan alokasi 6 kursi diperebutkan oleh 57 Caleg dari 12 Partai Politik, yakni; 1. PKB (2 caleg), 2. Partai Gerindra (5), 3. PDI Perjuangan (5), 4. Partai Golkar (5), 5. Partai NasDem (5), 6. Partai Garuda (…), 7. Partai Berkarya (5), 8. PKS (5), 9. Partai Perindo (4), 10. PPP (5), 11. PSI (…), 12. PAN (5), 13. Partai Hanura (…) 14. Partai Demokrat (5) dan 15.PBB (5).

Sejak KPU Kab Soppeng mengumumkan DCT yang diusulkan Parpol beberapa bulan lalu, untuk bersaing meraih 30 kursi yang tersedia di parlemen Soppeng.

Kini ke322 caleg tersebut, tentu sudah dapat mengukur tingkat elektabilitas sejauhmana kemampuan mereka meraih suara maksimal hingga dapat duduk di singgasananya sebagai Anggota Dewan Yang Terhormat, Anggota DPRD Kabupaten Soppeng 2019-2024.

Pemilu sebagai ajang rekrutmen wakil rakyat yang berkualitas dengan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka sebagaimana yang diterapkan pada Pemilu 2019 ini, meski Bawaslu gigih dalam pengawasan pemilu yang memberi ruang masyarakat untuk bersama – sama menegakkan keadilan pemilu, dengan slogan “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu,”  namun rupanya masih sulit diterapkan, khususnya praktek Money Politic’s.

Soalnya, disinyalir, masih ditemukan masyarakat yang memberi jawaban jika diajak untuk memberikan suaranya kepada Caleg, “Ko Deccaui,” (Bahasa Bugis = kalau tidak ada yang kalahkan).

Sepintas, memang jawaban itu sudah memberikan keyakinan kepada Caleg, karena jawaban seperti itu biasanya dimaksudkan hanya Allah SWT yang bisa mengalahkan. Namun jawaban itu oleh pemilih, meski tidak semua, bahwa “Ko Deccaui,” itu dimaksudkan kalau tidak ada lagi yang mengalahkan pemberiannya sebagai transaksi dalam memilih Caleg tertentu.

Jika atau seandainya, ini memang benar, sungguh ironi Pemilu dapat menghasilkan Anggota Dewan yang berkualitas.

Memang dari 3 Sistem Pemilu yang sudah diterapkan di negeri ini sejak Pemilu pertama 1955 (Orde Lama), 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997 (Orde Baru),

1999, 2004, 2009, 2014, dan sekarang Pemilu 2019 (Reformasi). Orde lama dan orde baru menggunakan Sistem Proporsional Stellsel Daftar, dan di masa Reformasi hanya pada Pemilu 1999 menggunakan Sistem Proporsional stellsel daftar, namun menerapkan pembagian Wilayah, seperti, pileg DPRD Kabupaten/kota susunan caleg berdasarkan kecamatan.

Selanjutnya menggunakan Sistem Proporsional Terbuka Tertutup, dan Pemilu 2009, 2014 hingga sekarang Pemilu 2019 menggunakan Sistem Proporsional Terbuka.

Persaingan antar caleg baik internal maupun eksternal parpol sungguh sangat ketat, yang jelas Pemilihan Legislatif di Kabupaten Soppeng pada Pemilu 2019 ini 292 dari 322 Caleg DPRD Soppeng Dipastikan Gagal Raih Kursi. DPRD Kabupaten Soppeng hanya tersedia 30 kursi. (redaksi)


Tidak ada komentar