Breaking News

UNP dan UCYP Malaysia Gencar Kembangkan SDM Berbasis Pendidikan Islami



SUARA PALAPA, PADANG; -- Universitas Negeri Padang (UNP) dan University College of Yayasan Padang (UCYP) Malaysia Gencar Kembangkan SDM Berbasis Pendidikan Islami

Dengan kompetensi pendidikan islam menghadapi era disrupsi di mana banyak "kekacauan" dalam segala bidang dampak dari pergeseran paradigma dalam hidup era digital (Revolusi Industri 4.0) menjadi topik bahasan utama peserta Konferensi Internasional ke-5 tentang Islam dan Pendidikan Tinggi 2019 di Auditorium UNP, Selasa (19/2) lalu.

Professor Emeritus Dato' Dr. Ahmad bin Haji Zainuddin Naib Canselor University College of Yayasan Pahang (UCYP) dalam perbincangannya di sela-sela konferensi internasional itu, Rabu (20/2) mengungkapkan, guru harus dilatih memahami kultur dan kewargaan di dunia global. Memahaminya akan membantu dalam berkreasi sesuai dengan kebutuhan dan kecenderungan trend masyarakat dunia. Sehingga, produk yang dihasilkan dapat bermanfaat dan bernilai lebih baik dari dimensi ekonomi, sosial, budaya dan teknologi.

"Hal ini sangat penting di mana sebuah produk yang diajarkan di kelas harus memiliki nilai kebermanfaatan tinggi untuk kebaikan manusia. Paling tidak, melaui Konferensi 5th Internasional Conference on Islam and Higher Education (ICIHE) yang cukup banyak kertas kerja (makalah--red) ditawarkan beberapa konsep bagaimana pendidikan masa depan menjadi lebih baik terutama yang berkaitan dengan era milenial-disrupsi," kata Naib Canselor UCYP Ahmad bin Zainuddin.

Dikatakannya, di abad 21 kompetensi adaptability atau kemampuan beradaptasi dengan baik mesti dimiliki kalangan pendidik. Karena Revolusi Industri 4.0 memiliki karakter yang tidak tetap, dinamis, bahkan cenderung memiliki kebenaran multi (multy reality) seperti halnya era post-truth, maka adaptabilitas harus dimiliki oleh manusia.

"Setelah mengetahui trend global, tugas utama dari seorang individu termasuk guru adalah beradaptasi sesuai dengan trend lalu menciptakan trend baru (trendsetter) yang islami," ujarnya.

Menyoal UCYP, Dato' Ahmad bin Haji Zainuddin mengungkapkan pendirianya pada 1992 oleh Yayasan Pahang dan universitas terkemuka di negara bagian Malaysia ini akan menyambut penumbuhannya (Dies Natalis--red) yang ke-27 tahun 2019 ini.

Ditambahkanya, saat ini UCYP berupaya untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang selaras dengan industri untuk kemajuan masyarakat.

"Jadi melalui kolaborasi bersama UNP ini, UCYP telah mengimplementasi pertumbuhan regional dalam pengembangan sumber daya manusia di masa depan,"ungkapnya.

Dari Auditorium UNP, Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat Padang Utara Kota Padang, Rabu, 20 Pebruari 2019, demikian, Humas UNP, Agusmardi, memberitakan. (ibnu sultan)


Tidak ada komentar