Breaking News

Buka Workshop FMSRB, Gubernur Maluku Harapkan Berdampak Positif kepada Masyarakat




Reporter : Sudirman Sehe

Editor : Alimuddin



SUARA PALAPA, AMBON; -- Gubernur Maluku diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Roni Tairas, S.Sos, MM, membuka Workshop Pengelolaan Risiko Bencana Program Flood Management In Selected River Based (FMSRB), di
Hotel Amaris Jl. Diponegoro No. 82-84, Kelurahan Ahusen, Sirimau, Kota Ambon, Maluku, pada Selasa, 26 Februari 2019.

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, Selasa-Jum'at, 26-28 Februari 2019.

Kepala Bidang Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Maluku, John Hersepuny selaku Ketua Panitia Pelaksana, melaporkan, kalau tujuan pelaksanaan workshop itu

Dalam Laporannya bahwa Tujuan Pelaksanaan Workshop itu adalah penambahan wawasan dan pengetahuan bagi aparatur daerah dalam pengelolaan risiko bencana, identifikasi Permasalahan-permasalahan pada DAS Wai Ruhu dan Wai Batu Merah, serta mengharapkan adanya rekomendasi terhadap pengelolaan Risiko Bencana untuk Pengelolaan Risiko Banjir khususnya di Wai Ruhu dan Wai Batu Merah, dan yang dijadikan model Pengelolaan Risiko Banjir di Provinsi Maluku.

Dikatakan, hari pertama workshop ini adalah, pembukaan dan arahan, hari kedua dilanjutkan dengan presentasi dan Fiel Visit ke Lokasi Wai Ruhu dan Wai Batu Merah dari hulu ke hilir dan hari ke tiga Diskusi Kelompok dan Perumusan Hasil Workshop.

Dengan menampilkan narasumber dari, Bappenas, Dirjen Bangda Kemendagri, BNPB, Kementerian PUPR, Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, USAID-APIK, BWS Maluku dan BPBD serta PUPR Kota Ambon.

Gubernur Provinsi Maluku dalam sambutannya dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sini Tairas, S.Sos, MM, menyampaikan terima kasih kepada narasumber atas kehadirannya di Kota Ambon ini.

Diuraikan juga sekilas tentang Provinsi Maluku seluas 712479 km2 yang terdiri dari 92,4% adalah laut dan 7,4% adalah daratan.

Provinsi Maluku, lanjutnya, berada pada tingkat ke-3 di Indonesia, sebagai daerah bencana , yakni kurang lebih 179 kali bencana, karena berada pada di 3 lempeng yakni; Lempeng eurosia, Indo Australia dan Pasific.

Diharapkan, peserta dapat mengikuti Workshop ini dari sejak  dibukanya hingga  acara ini berakhir, ada peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan militer terhadap pengelolaan risiko bencana.

Ada kajian- kajian, tambahnya, tentang pengelolaan risiko bencana, berdampak positif terhadap masyarakat atas pelaksanaan FMSRB di Maluku ini.


Tidak ada komentar