Breaking News

Prof. Jasruddin: Doktor Tidak Urus Guru Besar Menzalimi Diri dan Keluarga



SUARA PALALA, MAKASSAR; -- Doktor senior yang tidak mengurus Guru Besarnya sama halnya menzalimi anak, istri dan keluarganya.

Mengapa demikian, jangan sampai seorang anak, saudara bahkan istri sekalipun atau  tetangga yang miskin yang berhak dibantu sehingga kita tidak mampu membantu karena gaji seorang doktor masih kurang.

Demikian ditegaskan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo Prof. Dr. H. Jasruddin, MSi dalam sambutannya pada acara pengukuhan Guru Besar Rektor Unismuh Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, MM. di Balai Sidang Utama Unismuh Makassar, Sabtu (26/01/2019).

"Tidak ada yang membedakan honor Professor di PTN maupun di PTS," kata Prof. Jas, sapaan akrab Prof. Dr. H. Jasruddin, MM.

Yang menjadi masalah, tambahnya, ialah para tenaga pendidik yang kian malas mengurus sertifikasi, apa lagi guru besarnya.

Di dalam Al-Qur'an telah dijelaskan pada surah Ahrahman, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?

Prof. Jasruddin mengajak para Doktor kembali ke jalan yang benar bahwa sesungguhnya Allah SWT telah menyiapkan anggaran dan rezeki bahwa seorang Profesor akan mendapatkan tunjangan yang sangat Besar.

Ia mengingatkan, kalau tidak semua orang bisa ditakdirkan sebagai seorang doktor jadi pada saat ini para Doktor senior harus bangun dari tidur panjangnya dan sesegera mungkin bergegas menjadi Profesor.

Prof. Dr. H. Rahman Rahim telah dikukuhkan menjadi Guru besar pada bidang Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (26/01/2019) di Balai Sidang Utama Unismuh Makassar.

Pengangkatan Rahman Rahim sebagai guru besar di kampus Unismuh Makassar berdasarkan SK Kemenristek Dikti bernomor 60028/A2.3/KP/2018 dan mulai berlaku sejak 1 Desember 2018.

SK Guru Besar Prof. Rahman Rahim dibacakan oleh Wakil Rektor II Dr. Andi Syukri Syamsuri M.Hum.

Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, MM dalam pidato pengukuhannya yang berjudul "Kepemimpinan Islami dalam Rangka Mewujudkan Keadilan Distributor dan Kesejahteraan Karyawan: Tentang Perguruan Tinggi Islam di Abad 21".

Turut hadir Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Majelis Diktililitbang Muhammadiyah, Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc, PhD.

Rektor UIM Makassar, Dr. Majdah Muhyiddin Zain, WR II Unibos Makassar, Dr. Mas'ud Muhammadiyah, Rektor Universitas Pancasakti, Dr. H. Rusdin Nawi, M.Si., Rektor Muhammadiyah Palu, Dr. H. Rajindra Rum, SE, MM, dan para pimpinan PTS lainnya.

Hadir juga Anggota DPR RI, Andi Yuliani Paris, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ashabul Kahfi, dan Anggota DPRD Sulsel, Yusran Paris, Walikota Makassar, Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto. (nirwan)


Tidak ada komentar