Breaking News

Koordinator Advokasi JaDI, Ingatkan KPU-Bawaslu Jaga Integritas dan Kredibilitas Publik




SUARA PALAPA, SOPPENG; -- Komisi Pemilihan Umun (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu dan pemanku kepentingan dituntut untuk menjaga kepercayaan masyarakat, menjelang Pemilihan Capres dan Cawapres dan Legislatif, 17 April 2019 mendatang.

Hal itu di katakan Koordinator Advokasi Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi), Abdul Rasyd, S.H, saat ditemui di Cafe Keadilan depan Kantor Pengadilan Agama Watansoppeng, Jumat (11/01/2019).

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap Pemilu hendaknya dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan, dengan menciptakan penyelenggaraan Pemilu yang Langsung, Umum Bebas dan Rahasia (Luber) serta Jujur dan Adil (Jurdil), sebagaimana diamanatkan oleh UU Pemilu.

“Untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Pemilu dan penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu harus menunjukkan bahwa dalam setiap tahapan-tahapan harus bekerja secara profesional dan transparan,”ungkapnya.

Munculnya ketidak percayaan masyarakat ini, kata dia, karena mulai proses rekruetmen penyelenggara oleh KPU timbul catatan-catatan negatif, sehingga masyarakat menilai bahwa ada yang kurang tepat dan tidak benar.

Out put-nya, bisa menimbulkan kegaduhan akibat ketidak pastian yang diterima stackholder yang berimplikasi pada ketidak percayaan pada penyelenggara. Bahkan ada yang berani mengadukan ke institusi yang berwenang mengakibatkan tereliminiernya komisioner sehingga telah terjadi PAW termasuk jabatan puncak seperti di Kabupaten Soppeng baru-baru ini.

Karena itu tambahnya, untuk membangun kepercayaan masyarakat seharusnya dimulai dari sejak rekruetmen, karena bagaimna mau menciptakan pemilu bersih kalau awalnya saja sudah amburadul.

“Saya berharap Pemilu di Kabupaten Soppeng yang akan dilaksanakan 17 April 2019 mendatang dapat terlaksana dengan baik dengan catatan penyelenggara dalam hal ini KPU dan BAWASLU bekerja profesional dan tetap menjalankan aturan main sesuai Regulasi dan tetap memperhatikan subsistem, subsistemnya itu seperti masyarakat, LSM, Wartawan, pemerintah dan pihak keamanan." (amiruddin baringeng)


Tidak ada komentar