Breaking News

Jalan Raya Ruang Sibuk Harus Diberi Perhatian Khusus



Oleh: Wafia Mustamin

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Makassar


Era modern hari ini membuat mobilitas masyarakat semakin tinggi dan padat. 

Perputaran waktu selama 24 jam sehari seolah tidak cukup memfasilitasi perpindahan masyarakat yang serba cepat.

Maka salah satu ruang yang tampak selalu sibuk adalah jalan raya. Mobilitas masyarakat di jalan raya berlangsung selama 24 jam non stop.

Mulai subuh hingga dini hari kembali jalanan tidak pernah berhenti beroperasi sebagai sarana penghubung dari satu tempat ke tempat lain.

Hal tersebut menjadikan aspek keselamatan di jalan raya harus diberi perhatian khusus melihat beragamnya aktifitas yang berlangsung setiap hari.

Namun kondisi dan kelayakan beberapa jalan raya yang ada di Sulawesi Selatan tampaknya masih mengkhawatirkan.

Dilansir dari data Ditlantas Polda Sulsel, sepanjang 2018 tercatat 1.085 pengguna jalan di Sulawesi Selatan meregang nyawa.

Faktor jalan yang tidak berfungsi dengan baik seperti rusak, berlubang, licin, menjadi salah satu dari sekian banyak penyebab kecelakaan hingga kematian tragis di Sulawesi Selatan.

Begitu pula dengan faktor kendaraan, seperti; rem yang tidak berfungsi, masalah ban, maupun pengemudi mengantuk.

Tidak seperti bencana alam yang menarik banyak perhatian, kecelakaan di jalan raya cenderung masih dipandang sepele.

Keterlibatan pemerintah dalam penanganan korban di jalan raya juga masih sangat minim.

Hal ini tentu saja mengkhawatirkan, mengingat jalan raya menjadi aspek ruang tersibuk yang dilalui oleh masyarakat.

Kelayakan jalan di banyak titik di Sulawesi Selatan belum mendapat perhatian khusus pemerintah.

Jalanan rusak dan berlubang misalnya bisa berakibat fatal jika dibiarkan begitu saja untuk waktu yang lama tanpa perbaikan.

Masyarakat dengan tuntutan kebutuhan tentu saja akan tetap melakukan perjalanan sekalipun dengan kondisi jalan yang tidak layak.

Pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Kab/Kota harus mengambil tindakan terkait kelayakan jalan.

Begitu pula dengan masyarakat pengguna lalu lintas, harus selalu memperhatikan kelengkapan terutama kondisi kendaraan dan fisik pengemudi sebelum melakukan perjalanan.

Keselamatan di jalan raya harus selalu diprioritaskan.
Banyaknya jiwa yang meninggal akibat kondisi jalan maupun keteledoran pengguna harusnya sudah cukup menjadi teguran keras bagi semua pihak terkait.


Tidak ada komentar