Breaking News

Hina Wartawan, Upaya Damai Terlapor Idris Mudeng Ditolak

Ketua PWI Kab. Soppeng FAS Rachmat KAMI


SUARA PALAPA, SOPPENG; -- Idris Mudeng, oknum guru SMKN 3 Soppeng di Cangadi Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng, setelah diduga menghina wartawan dengan memposting gambar wartawan yang melakukan konfirmasi di sekolahnya dengan menuliskan dalam status akun Facebook-nya, seperti berikut :


Merasa dihina dengan gambarnya di-posting oleh oknum tersebut, Andi Jumawi Pemred Sulawesi Ekspress yang juga anggota PWI Soppeng melaporkan penghinaan yang ditimpakan kepada dirinya, dengan Surat Tanda Bukti Lapor Nomor : STBL/222/XII/2018/SPKT, Tanggal 13 Desember 2018.

Atas penghinaan ini, dirinya melaporkan kepada Polres Soppeng. Kini kasus yang menimpa Andi Jumawi masih bergulir di Sat Reskrim Polres Soppeng.

Informasi dihimpun menyebutkan, pihak terlapor meminta kepada kepolisian untuk melakukan upaya damai. Bahkan terlapor menyebut kalau upaya damai ini akan dimediasi oleh PGRI setempat. Meski pihak pelapor menolak.

Penolakan ini dilakukan oleh pelapor Andi Jumawi yang disampaikan kepada Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Rujianto melalui ponselnya, Jum'at, 25 Januari 2019.

Menanggapi kasus dugaan  penghinaan wartawan ini, Ketua PWI Kabupaten Soppeng FAS Rachmat KAMI mengatakan, kasus ini menjadi pelajaran pada khalayak, kalau menghina itu adalah tindakan pidana. Apalagi yang melakukan itu adalah seorang pendidik. Disinilah bisa dibuktikan kalau tak seorang pun yang kebal hukum di negeri ini.

"Saya percaya kalau kasus ini tetap ditangani Polres Soppeng secara professional hingga tuntas," kata Andi Mamang, sapaan akrab Ketua PWI Soppeng ini.

Dengan penolakan pelapor atas upaya damai terlapor, pihak kepolisian berjanji akan tetap meneruskan kasus ini hingga tuntas di meja hijau jika seluruh unsur yang diperlukan terpenuhi. (amiruddin baringeng)


Tidak ada komentar