Breaking News

2019, Hoax dan Politik Saling Berhubungan



Oleh : Uswatun Hasanah Syafruddin

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar


Tahun 2019 merupakan tahun politik, ajang beradu kekuatan antara team yang satu dengan team yang lain, ajang untuk berkampanye, mengambil hati rakyat untuk menduduki tahta yang diinginkan.

Berbagai cara dilakukan, berkampanye, blusukan, menyuarakan visi misi di setiap sudut ruang, tidak mengenal waktu, cuaca, dan iklim, untuk terus berjuang mengambil hati rakyat.

Sebagai warga negara yang akan memilih nantinya, kita harus lebih cerdas dalam memandang sesuatu, mencari informasi lebih, tidak mudah terprofokasi di tengah perkembagan tekhnologi informasi yang cukup pesat.

Dengan pemberitaan atau informasi yang belum tentu benar, yang setiap harinya bahkan setiap jam menghiasi media saat ini, baik media sosial maupun konvesional.

Terkait  informasi politik, masyarakat masih banyak mengonsumsi berita yang belum tentu benar atau berita hoax yang akibatnya  membentuk berbagai perspektif di masyarakat, terutama masyarakat awam.

Hoax dan politik saat ini memang saling berhubungan tidak bisa dipisahkan, antara konten politik yang membentuk hoax atau hoax yang mempengaruhi politik?

Berdasarkan data Mafindo selama periode Juli-September 2018, ada 230 hoax terverifikasi. Sebanyak 58,7 persen di antaranya bermuatan politik.

Saat ini di media, khususnya di media sosial, kita bisa melihat bagaimana para warganet, saling menjatuhkan satu sama lain, mengujar kebencian, mengeluarkan sumpah serapah, bahkan sampai melanggar unsur SARA.

Ketika mereka mendapatkan informasi yang menjatuhkan tokoh politik yang mereka jagokan.

Tidak hanya media sosial, media konvesional juga cenderung melakukan keberpihakan politik. Sehingga perspektif masyarakat di setiap harinya terus berubah-ubah.

Seharusnya penyebaran informasi hoax bisa ditangani oleh Kominfo, atau pihak-pihak dengan memberikan hukum jera bagi pelaku hoax.

Masyarakat juga bisa membantu dengan tidak meyebarkan informasi hoax, dengan lebih teliti, seperti berhati-hati dengan judul provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek ke aslian foto, dan ikut serta dalam diskusi hoax.

Dengan begitu aktualisasi politik bisa berjalan efektif, sesuai dengan apa yang masyarakat inginkan, lebih banyak memberi dampak positif dari pada negatif berdamai antara satu dengan yang lainnya.

Sekarang sedang panas-panasnya. Kita harus pandai dalam memilah-milah berita.

Jika tidak,kita bisa saja ikut terperdaya. Oleh mereka yang menginginkan suara.


Tidak ada komentar