Breaking News

Mahasiswa Unasman Kuliah di Rumah Sahabat Penyu



SUARA PALAPA, POLMAN; -- Kegiatan pembelajaran seyogyanya menyentuh tiga ranah, Kognitif, Psikomotorik, dan Afeksi. Hal ini yang diterapkan Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) dalam melaksanakan darma pengajarannya dengan mengarahkan Dosen dan Mahasiswa melakukan pembelajaran di luar kampus sebagaimana Pembelajaran yang dilakukan oleh Jurusan Sistem Informasi di lokasi Rumah Sahabat Penyu, pada Sabtu (22/12/2018).

Kegiatan pembelajaran yang terlaksana tersebut merupakan kegiatan kedua kalinya setelah 5 Nopember silam, juga dilaksanakan di tempat yang sama dengan konsep pembelajaran video profil seputar kegiatan komunitas Sahabat Penyu, dalam hal Pengawasan dan Pelestarian Penyu di Kawasan Konservasi Penyu Mampie Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Yusri selaku Ketua Komunitas Sahabat Penyu menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Unasman mau memilih Komunitas Sahabat Penyu sebagai salah satu lokasi pembelajarannya.

“Kami menyambut baik, dan berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan lagi, bukan hanya pembelajaran dari Fakultas Ilmu Komputer, tetapi dari jurusan-jurusan lainnya, bahkan kegiatan-kegiatan dosen jika ada, sehingga upaya sosialisasi kami dapat lebih luas dan diketahui banyak orang,” tandas Yusri saat mendampingi Kegiatan pembelajaran yang ditutup dengan kegiatan bersih-bersih di area Rumah Sahabat Penyu tersebut.

Basri, S.Kom., MT selaku dosen Pembimbing yang ditemui di lokasi kegiatan menyampaikan, pembelajaran ini, selain bertujuan dapat mengembangkan kognitifnya melalui pembelajaran dan pemberian materi kuliah, mahasiswa juga dengan model project based learning yang diterapkan dan berkolaborasi dengan anggota Sahabat Penyu, dapat mengasah psikomotorik melalui pengembangan skill.

Melalui kegiatan ini, Basri berharap mahasiswa terinspirasi untuk dapat memiliki karakter peduli dan ikhlas bekerja melalui usaha kepedulian kelompok Sahabat Penyu dalam rangka konservasi Penyu dan alam lingkungan sekitar, sehingga aspek afeksinya juga dapat disentuh.

“Ilmu pengetahuan yang diberikan melalui Pembelajaran yang kami lakukan jika ingin awet, harus bisa menyentuh pikiran dan hati mahasiswa, itu yang kami terapkan di Unasman,” Sambung Basri yang juga Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unasman ini.

Hal ini sejalan dengan ditetapkannya Unasman sebagai Kampus dengan manajemen baik melalui sertifikat Akreditasi B dari BAN-PT beberapa hari silam.

Rektor Unasman, Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, M.Si, saat diwawancarai melalui media online, membetulkan upaya-upaya tersebut.

Disampaikan pula, beberapa hari lalu, dosen Jurusan Bahasa Indonesia juga melakukan kegiatan serupa, dengan melaksanakan pembelajaran di Komunitas Nusa Pustaka, Kecamatan Tinambung binaan Ridwan Alimuddin.

Juga kemarin (21/12/2018) Dosen Ilmu Pemerintahan melakukan hal serupa dengan melaksanakan dialog kebangsaan di luar kampus dengan menghadirkan tokoh-tokoh dan mahasiswa. (rilis humas unasman)


Tidak ada komentar