Breaking News

Inotek Fakultas Pertanian UNES Latih Masyarakat Nagari IV dengan Produk Kerajinan


Peserta pelatihan kerajinan diabadikan bersama nara sumber, Wali Nagari dan Dekan serta Dosen Faperta Unes, Sabtu (1/12) di Kantor Wali Nagari IV Koto Mudiek Kec. Batang Kapas Kab. Pesisir Selatan. (foto : dokumen kampus)


SUARA PALAPA, PADANG; -- Sebanyak 30 orang masyarakat Nagari IV Koto Mudiek Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan diberikan pelatihan peningkatan nilai tambah limbah kelapa (lidi) menjadi produk kerajinan untuk mendukung industri ramah lingkungan.

Pelatihan ini diberikan oleh Syafrudin mitra sentra Inovasi dan Teknologi (Inotek) pengolahan kelapa Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang.

Pelatihan ini dilaksanakan 1 (satu) hari di Kantor Wali Nagari IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan Sabtu (1/12) kemarin, Pelatihan  ini langsung dibuka oleh Wali Nagari Syafran, S.H.,

Hadir dalam acara pembukaan itu Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Badan Musyawarah Nagari, Wali Jorong, dan Sekretaris Nagari.

Syafran menyebutkan, pelatihan ini sangat memberikan motivasi dan dorongan bagi masyarakatnya, pemanfaatan limbah kelapa (lidi) menjadi produk kerajinan dan dapat meningkatkan pendapatan warganya.

Atas dasar ini pula pihak nagari dapat mengalokasikan anggaran nagari untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Syafran, produk kerajinan lidi ini mudah mendapatkan bahan bakunya, bisa dikerjakan di rumah mengisi waktu luang, yang penting pemasarannya.

Selesai pelatihan, Syafran minta agar masyarakat yang ikut pelatihan itu langsung memproduksi kerajinan lidi, jangan asal ikut pelatihan, harap Syafran menambahkan.

Syafruddin Mitra Sentra Inopek Pengolahan kelapa Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang menyebutkan  sudah 10 tahun menggeluti kerajinan lidi mulai dari piring makan, tempat buah sangat laku di pasaran, malah tidak terpenuhi permintaan.

Diharapkan, pelatihan yang diberikannya itu dapat membantu pengrajin dalam produksi alat-alat kerajinan lidi  dan meningkatkan pendapatannya.

Waktu pelatihan ini sangat singkat dan belum optimal dalam praktek, seharusnya pelatihan ini dimulai dari pengenalan bahan baku lidi, bahan penunjang, pembuatan motif-motif kerajinan, kemudian baru pembuatan kerajinan lidi.

Maka pelatihan ini harus berkelanjutan, lanjutnya, untuk kesempurnaan hasil kerajinan nantinya dan diminati oleh konsumen.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang Dr. Ir. I  Ketut Budaraga, MS dalam sambutannya, mengatakan, pohon kelapa dikenal sebagai pohon kehidupan karena mulai dari akar, batang, buah dan daunnya bisa dimanfaatkan, misalnya akar digunakan untuk pewarna, bahan dasar pembuatan sikat gigi, alat pencuci mulut dan kerajinan tangan. Batangnya dapat digunakan untuk bahan desain struktur dan interior.

Selain itu, tambahnya, juga dapat digunakan untuk aplikasi eksterior bangunan seperti  pintu masuk, gerbang layar, bahan dasar pembuatan kertas.

Kemudian daunnya yang masih muda dapat digunakan untuk janur, bahan anyaman dekorasi upacara adat, ketupat, daun yang tua digunakan untuk anyaman atap dan dinding, daun kering digunakan untuk lidi dijadikan alat kebersihan. Buahnya memiliki variasi warna yang berbeda, kaya dengan vitamin, mineral dan antioksidan yang kuat mulai dari airnya, batok dan sabut tidak ada yang terbuang.

Dari Kantor Wali Nagari IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (1/12), demikian Ka Humas UNES Padang, H. Syarifuddin, SE, M.Hum, mengabarkan. (sul)




Tidak ada komentar