Breaking News

Faperta Unes Jadikan Nagari IV Koto Mudiek Sebagai Desa Binaan



Penandatangan MoU oleh Wali Nagari IV Koto Mudiek Kec. Batang Kapas Kab. Pesisir Selatan, Syafran, disaksikan Dekan dan Staf Pengajar Faperta Unes. (foto: dokumen kampus)


SUARA PALAPA, PADANG; --  Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Ekasakti (Unes) Padang menjadikan Nagari IV Mudiek Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan sebagai Desa Binaan. Hal ini ditandai dengan penanda tanganan kerjasama (MuO) antara Wali Nagari IV Koto Mudiek dan Fakultas Pertanian Unes. Kamis  (6/12) kemarin di Kantor Wali Nagari tersebut.

Kerjasama ini merupakan upaya bersama untuk memanfaatkan dan mengembangkan segala sumber daya yang dimiliki Nagari dan Faperta Unes, ikut serta menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam membina, mengembangkan, mengamalkan, memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan tugas, fungsi dan kapasitas masing-masing.

Kerjasama ini meliputi kegiatan pendidikan, pelatihan, penelitian dan pemasyarakatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemudian pengabdian kepada masyakarat, pertukaran informasi, publikasi dan hasil-hasil pertanian serta tenaga ahli, pertemuan ilmiah, (seminar, worshop, konferensi) baik nasional maupun internasional. Selanjutnya pemanfaatan alat-alat ilmiah dan laboratorium serta sarana-sarana informasi ilmiah.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang Dr. Ir. I Ketut Budaraga, M.S menyebutkan, Desa Binaan merupakan suatu program pembangunan masyakarat dengan target lokasi sebuah desa yang memenuhi kriteria untuk menjadi desa binaan. Untuk mewujudkan program desa binaan ini perlu ada kerjasama kegiatan utamanya peningkatan nilai tambah potensi sumber daya alam khusus di sektor pertanian.

Para pengabdi harus merubah paradigma bahwa pengabdian masyarakat bukan merupakan sarana untuk selalu memberi, melainkan berusaha memberdayakan sumber daya alam dan potensi warga, sehingga akan tercipta masyarakat mandiri dengan potensinya sendiri, tambah I Ketut Budaraga.   

Apalagi sekarang paradigma baru seperti akuntabilitas, kualitas pendidikan, otonomi dan evaluasi diri pendidikan tinggi dipersyaratkan, menuntut aktualisasi keunggulan kemampuan manusia secara optimal.  Di sisi lain peradaban baru pada abad ke-21 menuntut Perguruan Tinggi untuk mampu menciptakan lulusan perguruan tinggi siap  bekerja, sehingga dapat bertahan (survive) dan berkembang mencapai aktualisasi keunggulan secara optimal.   

Peraturan Pemerintah  No. 30 Tahun 1990 tentang Perguruan Tinggi, Pasal 1 dan 2 menyatakan “Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi”. Dalam Mukad kmdimah Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 603/0/2001 dinyatakan tugas perguruan tinggi adalah berperan aktif dalam perbaikan dan pengembangan kualitas kehidupan dan kebudayaan, pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan pengertian dan kerjasama internasional untuk mencapai kedamaian dunia serta kesejahteraan lahir batin  umat manusia berkelanjutan.

Wali Nagari IV Koto Mudiek Syafran mengucapkan terima kasih atas Nagarinya dijadikan Desa Binaan Faperta Unes Padang, masih banyak potensi nagari belum dimanfaatkan secara optimal terutama di sektor pertanian dan perkebunan. Pada hal, lanjut Syafran, kalau diolah bisa memberikan nilai tambah cukup besar, tanaman kelapa kawasan pesisir cukup besar, selama ini hanya memanfaatkan buahnya saja.

"Dengan adanya kerjasama ini akan memperkuat kegiatan nagari dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," tandas Syafran.

Dari Kantor Wali IV Mudiek Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, Kamis, 6 Desember 2018, demikian, Ka Humas Unes Padang, H. Syarifuddin, SE, M.Hum, memberitakan. (ibnu sultan)


Tidak ada komentar