Breaking News

Cule-Cule To Riolo Warnai Festival Budaya I Lagaligo III



SUARA PALAPA, SOPPENG; -- Beberapa jenis permainan rakyat ditampilkan dalam rangkaian kegiatan Festival Budaya dan Seminar Internasional Galigo III tahun 2018.

Festival ini digelar di tiga tempat, Taman Kalong dan sekitarnya, Lapangan Gasis dan di Waduk Ompo Kota Watansoppeng Sulsel.

Usai pelaksanaan Kirab diikuti sejumlah utusan kecamatan, utusan OPD Pemkab Soppeng dan beberapa ormas yang rutenya melalui ruas jalan yang telah ditetapkan panitia, Festival dibuka di Waduk Ompo, Senin, 7 Desember 2018.

Permainan rakyat yang juga merupakan rangkaian kegiatan festival. Tampak menjadi tontonan menarik. Pasalnya, permainan seperti itu, sudah jarang lagi terlihat belakangan ini. Tentu bagi yang berusia di atas seperdua abad, permainan seperti ini sudah tidak asing lagi karena permainan itu menjadi kegiatan di jamannya dahulu.

Jenis permainan rakyat itu, Jeka Kaddaro, Engrand (Jeka Awo), Hadang (Massallo), Mallogo, Maggasing, Massempe yang kesemuanya adalah permaina tradisonal asli Suku Bugis Sulawesi Selatan.

“Dengan adanya kegiatan Massallo (Hadang) ini kami dari SMPN 3 Marioriwawo sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah dan Panitia, karena kami bisa memberikan motivasi kepada para siswa dan siswi kami dalam mengenal dan memainkan permainan To Riolo (orang terdahulu) di kegiatan ini, kata Mansur Guru PJOK SMPN 3 Marioriwawo, Kamis (20/12).

Menurutnya,sejak di ikutkannya SMPN 3 Marioriwawo dalam pelaksanaan Festival Budaya I Lagaligo III ini, pihak Sekolah sudah mempersiapkan sekitar 2 Minggu lamanya. melakukan persiapan sekitar dua minggu lamanya, sehingga sekolah ini bisa menampilkan yang terbaik dalam kegiatan Budaya seperti Majjeka Kaddaro, Majjeka Awo, Massalo di Waduk Ompo ini dan bisa masuk final pada hari ini, kata salah satu guru dari sekolah tersebut.

“Alhamdulillah untuk kegiatan ini Siswa kami sudah meraih juara dua dalam kegiatan Majjeka Kaddaro Putera dan Majjeka Awo hanya masuk final, sementara kegiatan Massallo keduanya Putera dan Puteri semua masuk final dan sebentar akan kita lihat hasilnya, apa juara atau tidak,” jelasnya.

"Selain memperkenalkan budaya kepada anak generasi muda kegiatan ini juga memberikan ikatan silaturrahim antara guru dan siswa di Kabupaten Soppeng ini melalui permainan ini, permainan ini identik dengan kegiatan fisik sehingga dibutuhkan sportifitas dan kerjasama yang baik sesama pemain dan kita bisa saling ketemu dan berkumpul di sini," pungkasnya.

"Kegiatan ini sangat bagus karena kita sebagai genarasi muda bisa mengetahui dan menghargai adat budaya kita di mana saat ini kemajuan tehnologi sangat berpengaruh sehingga dengan adanya kegiatan ini kita bisa memahami Cule-Cule To Riolo kita, dan tidak terbawa dengan kemajuan tehnologi sehingga kita melupakan adat budaya dari leluhur kita," ungkap Sahrun Ramadhan, salah satu siswa sekolah tersebut di arena acara. (amiruddin baringeng)


Tidak ada komentar