Breaking News

Bantu Ekonomi Orang Tua, Pelajar Ramli Jual Jalangkote di Pantai Losari


Citizen Reporter

Laporan: Andi Nuzul Sriany Syafri AM

Mahasiswa KPI FDK UIN Alauddin Makassar

SUARA PALAPA, MAKASSAR; -- Di sekitar kita tentu banyak sekali hal-hal yang menarik perhatian.

Makassar dengan beragam problematika yang dihadapinya, tak mampu diuraikan satu persatu, namun selalu saja ada yang menarik untuk diamati

Pedagang yang setiap hari menjajakan dagangan di pinggiran jalanan. Selain itu, kisah inspiratif selalu saja ada dijadikan bahan pembelajaran bahwa hidup itu tak selamanya berjalan mulus.


Ramli yang usianya masih 15 tahun misalnya, meski tinggal di Jl. Cendrawasih Makassar, namun anak penjual Jalangkote ini hari-harinya ia habiskan di Pantai Losari menjajakan kue jualannya itu.

Setiap pulang sekolah, Ramli yang masih duduk di bangku Kelas I SMP ini, langsung bergegas pulang ke rumah tempat tinggalnya untuk berganti pakain lalu ke Pantai Losari untuk berjualan.

Pada saat hari sekolah, dia berjualan dari pukul 13:00 sampai habis kue jalangkotenya. Pada saat hari libur dia  berjualan dari pukul 08:00 sampai pukul 18:00 WITA.


Setiap hari, biasanya ia mampu menjual jalangkotenya hingga sebanyak 50 biji dengan harga Rp 2.000 rupiah perbiji.

Saat ditemui di Pantai Losari  beberapa waktu lalu, dia menuturkan bahwa hal ini dia lakukan untuk membantu perekonomian orang tuanya.

"Saya lakukan ini kak, demi membantu kebutuhan ekonomi orang tua," akunya.


Dikatakan juga, jika dirinya ikhlas melakukan ini dengan menjajakan jalangkote untuk membantu orang tua.

"Saya ikhlas membantu orang tua, saya yang menjajakan jalangkote ini, tapi ibu saya yang membuatkan," polosnya.

Ramli yang begitu baik dan sopan ini, terlihat tak pernah malu dengan keadaannya, semangatnya pun tak pernah pudar.


"Saya berharap, keluarga kami disentuh bantuan dari pemerintah, terlebih bapak cuma bekerja sebagai tukang becak motor. Penghasilannya yang pas-pasan kadang tidak cukup untuk keperluan keluarga kami," harapnya.


Tidak ada komentar