Breaking News

A. Kaswadi, Bertekad Jadikan Soppeng Sebagai Benteng Pertahanan Budaya



SUARA PALAPA, SOPPENG; -- Di hadapan peserta, para tamu undangan dan ribuan pengunjung saat pembukaan Festival Budaya dan  Seminar Internasional La  Galigo III di Kota Watansoppeng, Bupati Soppeng dalam. Sambutannya selain mengapresiasi panitia, para peserta dan berterima kasih kepada para tamu undangan, A. Kaswadi juga menyatakan tekad jika dirinya akan jadikan Soppeng sebagai benteng pertahanan budaya.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulsel diwakili Asisten I Setda Pemprov Sulsel di Waduk Ompo, Senin, 17 Desember 2018.

Pembukaan ini dihadiri oleh para Bupati dan Wali Kota, Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Rektor Unhas yang diwakili, Forkopimpa Soppeng serta tamu Manca Negara.

Melalui Asiaten 1 Pemerintahan Sulsel. Gubernur menyampaikan permohonan maaf karena tidak sempat hadir dalam Festival Lagaligo ini.

“Gubernur Sulsel meminta maaf tidak sempat hadir karena sekarang sedang berada di Jepang menghadiri kegiatan pertanian,”

Kegiatan ini, lanjutnya, menjadi penting karena akan juga dirangkaikan seminar yang akan mengkaji La Galigo yang merupakan epos terpanjang dunia yang mendapatkan Memory of
the World oleh Unesco.

Menurutnya, Festival Budaya Lagaligo perlu dilestarikan untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya.

Rektor Unhas melalui utusannya menyebutkan, Soppeng adalah salah satu suku yang menyimpan peradaban dibuktikan dengan adanya situs situs yang sudah berumur ribuan tahun di Soppeng.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng H A. Kaswadi Razak, SE mengatakan, La Galigo adalah sebagai bentuk pelestarian nilai nilai Budaya Leluhur dalam menangkal pengaruh Budaya Asing

“Di era tekhnologi modern ini tak lagi membawa kita pada nilai-nilai kearifan lokal. Budaya adat perilaku mengalami pergeseran, salah satunya adalah dalam pergaulan masyarakat Bugis nilai-nilai kepatutan yang seyogyanya menempatkan sesuatu yang sewajarnya merupakan sesuatu hal yang patut menjadi perhatian kita sebab jika nilai budaya kearifan lokal tidak dipertahankan maka dapat berpotensi melahirkan perbedaan sikap,” ungkap H. A. Kaswadi.

“Dalam masyarakat Bugis nilai seseorang ditentukan oleh tingkah laku dan tutur katanya, dalam lontara dikatakan,  Sadda Mappabate Ada, Ada Mappabate Gau, Gau Mappabate Tau, yang berarti bahwa, Suara menunjukkan perkataan, Perkataan menandakan perbuatan, perbuatan menunjukkan Manusia. Maksudnya adalah, seorang Manusia dapat diketahui baik buruknya dari tingkah lakunya yang sejalan dengan tutur katanya,” jelasnya.

Bupati Soppeng A. Kaswadi mengingatkan, jika seorang pemimpin memilik semangat dan ketulusan maka akan mampu melewati seluruh rintangan dan dia akan mampu mewujudkan semua yang diinginkan oleh rakyatnya

“Dan sebaliknya jika seorang pemimpin tidak memiliki semangat dan ketulusan maka dia akan merusak apa yang sudah ada."

“Inilah sebenarnya yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang dapat kita baca dalam buku I La Galigo,”

Pada kesempatan itu Bupati Soppeng meminta ijin agar menjadikan Soppeng adalah benteng pertahanan Budaya Nasional.

“Saya memohon dukungan kepada semua pihak, saya akan jadikan Soppeng sebagai benteng pertahanan Budaya,” tekad A. Kaswadi, pungkas A. Kaswadi disambut aplaus ribuan hadirin. (amiruddin baringeng)


Tidak ada komentar