Breaking News

Dr. H. Andi Syukri Syamsuri, S.Pd, M.Hum: Pilihan Jadi Dosen Adalah Panggilan Jiwa



Lamellong.com, Makassar; -- Sejak kecil cita-cita jadi pendidik dengan memilih SPG melanjutkan pendidikan sekalipun saat itu orang tua menyarankan lanjut di SMA.

Pilihan menjadi pendidik alhamdulillah terkabul dengan bermuara pada profesi pendidik di perguruan tinggi.

Demikian ditegaskan Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. H. Andi Syukri Syamsuri, S.Pd, M.Hum di kampusnya, Senin (20/8/2018).

Dijelaskan, pilihan sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi adalah sebuah panggilan jiwa, untuk mengabdi sehingga magnet menggeluti profesi ini tak pernah pudar.

Tak akan pudar oleh waktu dan  tak akan sirna karena gelombang kehidupan. Di era milenial atau era 4'0 tantangan sebagai dosen atau tenaga pendidik tentu semakin berat dan tidak bisa tergantikan, tegasnya.

Kemampuan berliterasi tidak bisa diabaikan. Berjalan di atas literasi baru menjadi tuntutan sebagai dosen atau tenaga pendidik.

Literasi baru berupa literasi data yang menyangkut mendapatkan big data, literasi teknologi sebagai bekal minimal mengikuti perkembangan era disruptif agar tidak tergilas oleh jaman.

Demikian pula literasi manusia sehingga kemampuan membangun dan merawat networking tidak terputus dan pupus.

Gelombang dan era ini dapat terwujud dengan memperkaya kompetensi, performansi, profesionalime dan integritas serta kemandirian sebagai Dosen dengan literasi baru.

Hal ini semua tentu disadari karena mematangkan anak didik dan diri sendiri melalui sebuah proses, kematangan tidak mungkin terwujud tanpa proses, tegas mantan Dekan FKIP Unismuh Makassar ini.

Hal lain yang menggembirakan profesi dosen, kemampuan mentransfer ilmu pengetahuan dan keinginan membentuk karakter moral dan karakter kinerja mahasiwa adalah kebahagian tersendiri tak mampu dilukiskan secara komprehensif.

Membangun networking dengan insan akademisi, insan pers, cendekiawan, ulama, menjadi sebuah realitas yang otomatis dialami dari status sebagai dosen.

Hasrat selalu memperkaya khasanah keilmuan, kecendekiaan, dan kemampuan selalu menjaga relasi serta jaringan juga menjadi kesenangan dan kebahagian tersendiri.

Sekalipun ada titik kesukaan sebagai dosen, juga resikonya ada yakni orang menganggap dosen tentu serba bisa.

Sehingga sangat terasa jika ada orang ingin meminta kemampuan menyelesaikan masalah berat, rasanya untuk mengatakan tidak bisa sehingga ini kendala yang dihadapi, kata doktor bahasa Indonesia PPs-Unhas ini. (yahya)

Tidak ada komentar